Palu, Sulteng - Kondisi kebersihan dan kerapian lingkungan di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah menjadi sorotan serius. Wali Kota Palu, Hadiyanto Rasyid, menegaskan keprihatinannya saat melakukan peninjauan langsung di wilayah Kecamatan Palu Barat, Jumat (27/3/2026).
Didampingi Ibu Sekretaris Kota, kepala dinas terkait, camat, lurah hingga petugas kebersihan, peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi riil di lapangan.
Langkah ini diambil menyusul laporan yang selama ini dinilai belum sepenuhnya mencerminkan situasi sebenarnya.
Dalam kunjungan mengawali masa kerja usai berakhirnya libur lebaran tersebut, Wali Kota menemukan berbagai persoalan mendasar. Mulai dari material bangunan yang menutupi badan jalan, trotoar yang tidak dapat difungsikan sebagaimana mestinya, hingga saluran drainase yang tersumbat sampah.
“Ibu kota kok begini?” ujar Wali Kota dengan nada tegas, menyoroti kondisi yang dinilai tidak mencerminkan wajah sebuah kota provinsi.
Ia menekankan bahwa persoalan kebersihan dan keindahan kota bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat. Menurutnya, keterbatasan pengawasan di tingkat kelurahan membuat peran aktif warga menjadi sangat penting dalam menjaga lingkungan.
“Petugas tidak akan mampu mengawasi seluruh wilayah jika warga tidak memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan di sekitar tempat tinggalnya,” tegasnya.
Wali Kota Palu Hadiyanto Rasyid juga meminta seluruh pihak, khususnya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kota Palu, camat, lurah hingga kepala desa, untuk terus menjaga kondisi kebersihan lingkungan.
Upaya tersebut, kata dia, dapat dilakukan melalui peningkatan budaya gotong royong, seperti kegiatan Jumat Bersih, serta memperkuat komunikasi lintas sektor agar penanganan kebersihan berjalan optimal.
“Terlebih kebersihan merupakan sebagian dari iman,” tambahnya.
Selain itu, ia meminta jajaran perangkat daerah untuk tidak hanya mengandalkan laporan administratif, melainkan rutin turun langsung ke lapangan guna memastikan setiap persoalan tertangani dengan cepat dan tepat.
Peninjauan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa sebagai ibu kota provinsi, Palu diharapkan mampu menjadi contoh bagi daerah lain, baik dari sisi kebersihan, penataan ruang, maupun kenyamanan lingkungan.
Pemerintah Kota Palu pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun kesadaran kolektif demi mewujudkan kota yang bersih, tertata, dan layak menjadi kebanggaan Sulawesi Tengah. (rin)

Social Header