Breaking News

Ironi Pendidikan Banggai Kepulauan : Kantor Korwil Peling Tengah Lebih Mirip Gedung Tua dan Horor

​Banggai Kepulauan, Sulteng - Bagaimana mungkin kualitas pendidikan bisa ditingkatkan jika "jantung" koordinasinya saja sudah di ambang kehancuran ? 

Kondisi Kantor Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Pendidikan Kecamatan Peling Tengah saat ini bukan lagi sekadar memprihatinkan, melainkan telah menjadi potret nyata pengabaian fasilitas publik oleh pemerintah daerah.

​Gedung yang seharusnya menjadi pusat marwah pendidikan di Peling Tengah ini kini tampil dengan wajah yang mengenaskan, lebih menyerupai bangunan terbengkalai daripada sebuah kantor kedinasan.

​Plafon Menggantung, Nyawa Terancam

​Pantauan di lokasi menunjukkan pemandangan yang mengerikan. Atap seng yang berkarat telah bocor di berbagai sudut, mengakibatkan plafon di ruang utama jebol total. Rangka kayu yang lapuk kini menggantung bebas, menjadi "teror" sehari-hari bagi staf yang bekerja di bawahnya.

​Bukan sekadar masalah estetika, ini adalah persoalan keselamatan nyawa. Jika hujan deras melanda, air tidak lagi menetes, melainkan mengucur masuk ke ruang kerja, mengancam dokumen-dokumen penting negara serta perangkat elektronik kantor.

​Dinding Berlumut: Simbol Kelalaian Menahun

​Dinding bangunan tidak lagi mencerminkan wibawa instansi pendidikan. Cat yang terkelupas berganti dengan lapisan lumut hijau dan jamur hitam pekat akibat lembap menahun. 

Aroma apek dan udara tidak sehat kini menjadi "teman" bagi para pengawas pendidikan dalam menjalankan tugasnya. Kondisi ini membuktikan bahwa kerusakan ini sudah terjadi bertahun-tahun tanpa ada niat serius untuk perbaikan.

​Fasilitas Hancur, Pelayanan Lumpuh ?

​Kusen jendela yang keropos dan pintu yang nyaris lepas menambah deretan panjang kehancuran gedung ini. Logikanya sederhana: Bagaimana staf bisa fokus mengurus mutu sekolah dan guru, jika untuk duduk di dalam kantor saja mereka harus merasa was-was gedung akan ambruk ?

​"Ini adalah penghinaan terhadap dunia pendidikan. Kantor Korwil adalah simbol pembinaan, namun kondisinya justru menunjukkan kegagalan pemerintah dalam memelihara aset. Jangan tunggu ada korban tertimpa plafon baru sibuk menganggarkan!" tegas salah satu aktivis pendidikan setempat dengan nada geram.

​Mendesak Tindakan Nyata, Bukan Janji !!

​Hingga detik ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banggai Kepulauan seolah "tutup mata" terhadap kondisi ini. Tidak terlihat ada tanda-tanda alokasi anggaran atau upaya darurat untuk menyelamatkan gedung ini dari ambruk total.

​Masyarakat Peling Tengah menuntut pemerintah daerah untuk segera melakukan rehabilitasi total. Membiarkan kantor ini terus hancur sama saja dengan membiarkan martabat pendidikan di Banggai Kepulauan ikut runtuh.
Jika kantor koordinasinya saja roboh, apa yang bisa diharapkan dari kualitas pendidikan di sekolah-sekolahnya ?

Narahubung : Zein
© Copyright 2022 - MITRAPERS ONENEWS