Banggai, Sulawesi Tengah, (11/6/2026) - Anggota DPR RI Komisi XII dari Fraksi Partai Golkar Daerah Pemilihan Sulawesi Tengah, Beniyanto Tamoreka, menegaskan bahwa penguatan tata kelola sumber daya alam (SDA) dan percepatan investasi berkualitas merupakan faktor strategis dalam membangun masa depan perekonomian Sulawesi Tengah yang berkelanjutan.
Pernyataan tersebut disampaikan sejalan dengan fokus kerja Komisi XII DPR RI yang membidangi sektor lingkungan hidup, kehutanan, energi, dan riset. Menurut Beniyanto, Sulawesi Tengah memiliki modal besar berupa kekayaan sumber daya alam, mulai dari cadangan nikel, potensi energi baru dan terbarukan, hingga kawasan hutan produksi yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Namun, ia menekankan bahwa kekayaan alam tersebut tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak dikelola secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat daerah.
“Sulawesi Tengah memiliki potensi yang luar biasa. Tantangan kita bukan hanya bagaimana memanfaatkan sumber daya alam tersebut, tetapi memastikan pengelolaannya berjalan dengan prinsip keberlanjutan, memberikan nilai tambah, dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Beniyanto menjelaskan, tata kelola SDA yang baik harus diiringi dengan pengawasan yang efektif, kepatuhan terhadap regulasi lingkungan, serta penguatan program hilirisasi industri.
Langkah tersebut dinilai penting agar kekayaan alam tidak hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan daerah.
Di sisi lain, percepatan investasi juga menjadi kebutuhan mendesak untuk mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, investasi yang berkualitas adalah investasi yang mampu menciptakan manfaat ekonomi sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan dan sosial.
“Investasi dan perlindungan lingkungan harus berjalan beriringan. Kita membutuhkan investasi yang memberikan kepastian usaha, membuka peluang kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta tetap menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang,” katanya.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan. Kepastian hukum, kemudahan perizinan, serta komitmen terhadap prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan harus terus diperkuat.
Beniyanto optimistis, dengan pengelolaan sumber daya alam yang semakin baik dan dukungan investasi yang tepat sasaran, Sulawesi Tengah dapat berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional di kawasan timur Indonesia.
“Jika tata kelola SDA diperkuat dan investasi berkualitas terus didorong, saya yakin Sulawesi Tengah akan mampu memanfaatkan seluruh potensinya untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berdaya saing, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (Muhlis Asamin)

Social Header