Batui, Banggai - Upaya meningkatkan kapasitas dan kemandirian petani terus dilakukan PT Pertamina EP Donggi-Matindok Field (PEP DMF) melalui program pelibatan dan pengembangan masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui Sekolah Lapang Bioferdom bersama petani binaan di Desa Kayoa, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai.
Kegiatan yang digelar Jumat (2/10/2026) tersebut berlangsung di Agriculture Learning Centre (ALC), fasilitas yang dibangun sebagai sarana pelatihan, pembelajaran, dan pendampingan bagi kelompok tani binaan PEP DMF.
Dalam kesempatan tersebut, rombongan awak media diberi kesempatan oleh pihak PEP DMF untuk menyaksikan secara langsung pelaksanaan Sekolah Lapang Bioferdom, termasuk proses pembelajaran dan pendampingan yang diberikan kepada kelompok tani binaan.
Kegiatan dihadiri perwakilan PEP DMF, penyuluh pertanian lapangan (PPL) setempat, serta anggota tujuh kelompok tani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mosa’angu di wilayah Desa Kayoa.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para anggota kelompok tani mengikuti tutorial dan penjelasan yang disampaikan pendamping program PEP DMF, Syair, dengan tekun.
Materi yang diberikan menjadi bagian dari proses pendampingan untuk memperkuat pemahaman petani dalam pemanfaatan Bioferdom sebagai bagian dari pengembangan pertanian yang berkelanjutan.
Gapoktan Mosa’angu merupakan wadah yang menaungi tujuh kelompok tani di Desa Kayoa. Di dalamnya juga terdapat Kelompok Ternak Lestari yang sebelumnya telah menjadi salah satu kelompok penerima pendampingan program.
Pendampingan serupa telah dilaksanakan di sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Toili, Toili Jaya, Toili Barat, Batui dan Moilong. Secara wilayah operasi, program tersebut mencakup enam kecamatan.
Untuk wilayah kecamatan lainnya, program pendampingan belum seluruhnya menjangkau kelompok tani. Namun, perluasan sasaran program ke wilayah di luar cakupan saat ini tetap terbuka sesuai kebutuhan dan pengembangan program ke depan.
Kegiatan Sekolah Lapang Bioferdom di Kayoa kemudian ditutup dengan sesi foto bersama yang melibatkan anggota kelompok tani, pihak PEP DMF dan awak media.
Melalui Sekolah Lapang, PEP DMF menghadirkan ruang pembelajaran langsung bagi kelompok tani sekaligus memperkuat interaksi antara pendamping program dan masyarakat dalam mendukung pengembangan kapasitas petani di wilayah sekitar operasi perusahaan. (rin)

Social Header