Banggai Kepulauan, Sulteng - Wakil Bupati (Wabup) Banggai Kepulauan (Bangkep), Serfi Kambey, menyatakan penanganan ruas jalan di wilayah pelosok akan diusahakan sesuai kemampuan anggaran daerah.
Hal itu disampaikan Wabup Serfi Kambey saat dimintai tanggapan oleh awak media Mitrapers pada Kamis (29/1/2026), menyusul aksi gotong royong warga yang memperbaiki jalan rusak parah di Kecamatan Bulagi Selatan.
Pernyataan tersebut muncul setelah ratusan warga dari enam desa di Bulagi Selatan turun langsung melakukan kerja bakti memperbaiki ruas jalan penghubung, Kamis (29/1/2026). Enam desa yang terlibat yakni Desa Unu, Desa Mangais, Desa Palabatu 1, Desa Lolantang, Desa Pilogot, dan Desa Momotan.
Ruas jalan yang diperbaiki merupakan jalur vital yang menghubungkan jalan poros dengan sejumlah desa dan sub desa, sekaligus akses utama menuju mayoritas perkebunan serta peternakan warga.
Kerusakan jalan selama ini dinilai menghambat mobilitas masyarakat dan mengancam keselamatan pengguna jalan.
Kepala Desa Momotan, Hendry Cipto Mosooli, SH, mengatakan kondisi jalan sudah rusak parah, bahkan sebagian masih berupa rintisan sehingga sulit dilalui kendaraan.
“Kondisi jalan di sini rusak parah, sebagian baru berupa rintisan. Tidak bisa dibiarkan lebih lama lagi. Setiap hari warga kami terancam keselamatannya, tidak mungkin kami diam,” ujar Hendry di sela kegiatan.
Ia menambahkan, jalan-jalan di wilayah terpencil sering kali menjadi yang paling lambat ditangani karena kerap luput dari perhatian pemerintah daerah.
“Apalagi di jalan pelosok begini biasanya luput dari perhatian pemerintah daerah dan paling terlambat dalam penanganannya,” tambahnya.
Perbaikan jalan dilakukan secara swadaya dengan anggaran yang ditaksir mencapai sekitar Rp35 juta. Dana tersebut berasal dari sumbangan sukarela para kepala desa sebesar Rp2.500.000 per desa, dukungan BPD masing-masing Rp250.000, kontribusi guru-guru dari tiga sekolah di wilayah pelosok yang menyumbang Rp100.000 per orang, serta bantuan dari sejumlah dermawan.
Selain dukungan dana, warga juga menyumbangkan tenaga. Diperkirakan sekitar 150 orang terlibat langsung dalam gotong royong tersebut, dengan target pekerjaan rampung dalam waktu tiga hari.
Senada dengan itu, Kepala Desa Mangais Fatmon Pakabasi bersama Kepala Desa Unu Pihon Diongano, SE, menyampaikan bahwa jalur tersebut merupakan satu-satunya akses kendaraan menuju sub desa, sehingga membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.
“Jalur jalan ini merupakan satu-satunya akses kendaraan menuju sub desa kami. Kami berharap segera mendapatkan perhatian pemerintah agar distribusi kemajuan bisa merata hingga ke pelosok dusun,” kata mereka.
Sementara itu, Wabup Banggai Kepulauan Servy Kambey mengapresiasi langkah gotong royong yang dilakukan masyarakat bersama pemerintah desa. Ia menegaskan, pemerintah daerah akan menindaklanjuti informasi tersebut dan melakukan koordinasi dengan instansi teknis terkait.
“Kami mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat dan pemerintah desa. Soal ruas jalan ini tentu akan menjadi perhatian kami. Insya Allah akan diusahakan penanganannya sesuai kemampuan anggaran daerah,” ujar Serfi Kambey.
Warga berharap, setelah aksi swadaya ini, pemerintah daerah dapat melakukan penanganan permanen agar akses transportasi, pelayanan, serta distribusi ekonomi masyarakat di pelosok Bulagi Selatan dapat berjalan lebih aman dan lancar. (red/tim)

Social Header