Banggai - Terkait rencana beroperasinya perusahaan perusahaan Tambang Mineral di wilayah Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah bakal menbah pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menambah quota Dana Bagi Hasil (DBH).
Kehadiran perusahaan yang bergerak pada sektor tambang mineral yang tergolong baru di kabupaten Banggai ini, digadang-gadang bakal menyerap tenaga kerja lokal yang tidak sedikit jumlahnya.
Kaitan rencana tersebut, Direktur utama PT. AKSARA BERLIAN NUSANTARA (ABN), sebut saja BUYUNG BERLIAN ABDULAH saat dikonfirmasi oleh awak media Via pesan whatsapp terkait dengan kandungan kekayaan alam diwilayah Banggai, ia (Buyung Abdulllah) menyampaikan bahwa perlu adanya program Hilirisasi industri minerba khususnya di wilayah Kabupaten Banggai.
"Hilirisasi Industri Minerba tujuannya adalah untuk meningkatkan nilai tambah (value added) dari sumber daya alam terutama mineral dan batu bara dengan cara mengelolah dan memprosesnya menjadi produk yang lebih bernilai dan memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar global", ucapnya.
Masi Direktur PT. AKSARA BERLIAN NUSANTARA, ia mengatakan bahwa program Hilirisasi adalah salah satu program yang merupakan kegiatan untuk mensinergikan perwujudan ketahanan pangan melalui pemanfaatan potensi lokal.
Terkait dengan hal ini, PT. AKSARA BERLIAN NUSANTARA kelak akan hadir guna sejumlah manfaat baik pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) secara profesional sekaligus akanberi dampak positif melalui pemanfaatan Sumber Daya Manusia bagi pekerja lokal sesuai keahliannya.
Tak hanya itu, juga mengedepankan tata kelola usaha yang memperhatikan lingkungan sehingga kehadirannya akan menambah peluang lapangan kerja sekaligus memberi pengalaman baru bagi masyarakat Kabupaten Banggai khususnya pekerja dan masyarakat seputar perusahaan.
Ditempat terpisah, Pimpinan Cabang
PT. AKSARA BERLIAN NUSANTARA (PT. ABN) Banggai, Al Ujair Silorante kepada awak media ini menyampaikan bahwa untuk pelaksanaan nantinya di Kabupaten Banggai kita dibantu teman-teman tim kerja yang sudah ada.
Saat ditanya terkait Tim dimaksud, Ujair tidak menyebutkan secara detail hanya memberi jawaban dengan menyebut Tim-7.
"Tim yang akan membantu dan tentunya mereka adalah tenaga lokal yang terdiri dari sejumlah tokoh tempatan dengan berbagai bidang keahlian, antara lain mediator untuk urusan kepentingan masyarakat lingkar perusahaan", tuturnya. (Muhlis Asamin)
Social Header