Banggai Kepulauan , Sulteng - Di tengah keterbatasan fasilitas dan minimnya dukungan pembinaan, atlet-atlet muda Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) Banggai Kepulauan kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang Kejuaraan Tinju Ketua PERTINA Banggai Vol. II.
Tim PERTINA Banggai Kepulauan sukses membawa pulang 1 medali emas, 3 medali perak, dan 4 medali perunggu, sekaligus mengharumkan nama daerah di kancah olahraga tinju tingkat regional.
Medali emas diraih oleh Natrisa Pattasau. Sementara itu, tiga medali perak masing-masing disumbangkan oleh Hulio Abidnego Bagilis, Wilfri A. Talika, dan Odrian Yuan. Adapun empat medali perunggu diraih oleh Najwa, Muh. Marvel, Subayu Sambayo, dan Faid Madinah.
Di balik capaian tersebut, tersimpan kisah panjang perjuangan para atlet muda yang berlatih dalam kondisi serba terbatas. Para pelatih disebut tetap mengabdikan waktu dan tenaga tanpa kepastian kesejahteraan yang memadai, sementara para atlet menjalani latihan dengan fasilitas sederhana namun penuh semangat.
Selama proses pembinaan, kegiatan latihan juga tidak membebani orang tua atlet dengan biaya khusus, melainkan berjalan melalui semangat gotong royong dan kebersamaan.
“Mereka berlatih bukan karena memiliki segalanya, tetapi karena memiliki mimpi,” menjadi gambaran yang melekat pada perjuangan para petinju muda Banggai Kepulauan.
Setiap pukulan yang dilepaskan di atas ring bukan hanya teknik bertanding, tetapi juga simbol tekad anak-anak daerah untuk membuktikan kemampuan mereka di tengah keterbatasan.
PERTINA Banggai Kepulauan menyampaikan apresiasi kepada Ketua PERTINA Banggai Kepulauan Harry Saputra Nursin atas perhatian dan dukungan terhadap perkembangan olahraga tinju di daerah tersebut.
Ucapan terima kasih juga diberikan kepada para kepala sekolah dan guru yang telah membantu mendukung keberangkatan serta pembinaan para atlet.
Namun di balik kebanggaan atas prestasi tersebut, muncul catatan penting terkait keberlanjutan pembinaan olahraga di daerah.
“Sampai kapan prestasi daerah harus lahir dari keterbatasan?” menjadi refleksi yang mengemuka di tengah capaian ini.
Selama ini, para atlet dan pelatih telah membuktikan kemampuan mereka di tengah minimnya fasilitas, terbatasnya anggaran serta dukungan yang belum optimal. Kondisi ini dinilai belum sebanding dengan prestasi yang berhasil diraih.
Karena itu, Pemerintah Daerah Banggai Kepulauan diharapkan tidak hanya hadir saat prestasi telah diraih, tetapi juga terlibat sejak proses pembinaan berlangsung.
Dukungan berupa anggaran pembinaan, fasilitas latihan yang memadai, perlengkapan atlet, hingga dukungan keberangkatan ke berbagai kejuaraan dinilai sebagai investasi penting bagi masa depan generasi muda daerah.
Jika dalam kondisi serba terbatas saja para atlet mampu berprestasi, maka dengan dukungan yang lebih layak, potensi mereka diyakini dapat berkembang lebih jauh dan bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Para petinju muda Banggai Kepulauan telah menuntaskan tugas mereka di atas ring dengan membawa pulang kebanggaan bagi daerah. Kini, harapan mereka tertuju pada dukungan nyata yang tidak berhenti pada momen kemenangan semata, melainkan hadir sejak proses pembinaan dimulai. (Jein)

Social Header