Breaking News

Montir Desa, Langkah Nyata Kecamatan Lamala Membangun dari Desa

Lamala, Banggai, Sulteng (17/6/2026) - Di tengah tantangan pelayanan publik di wilayah pedesaan, inovasi sering kali lahir bukan semata dari kemajuan teknologi, melainkan dari keberanian pemerintah untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat. Berangkat dari semangat tersebut, Pemerintah Kecamatan Lamala, Kabupaten Banggai, menghadirkan program “Montir Desa” (Monitoring Terintegrasi di Desa) sebagai upaya mempercepat pelayanan, memperkuat tata kelola pemerintahan, dan memastikan pembangunan desa berjalan tepat sasaran.

Program yang digagas sejak tahun 2022 ini menjadi salah satu inovasi pelayanan publik di tingkat kecamatan yang mengedepankan pendekatan jemput bola. Melalui program tersebut, Camat Lamala bersama perangkat kecamatan secara berkala turun langsung ke desa-desa untuk memberikan pelayanan terintegrasi sekaligus melakukan monitoring pembangunan.

Camat Lamala Muhamad Saleh Padekes, S.Sos menegaskan bahwa kehadiran program Montir Desa dilandasi semangat pelayanan yang menempatkan masyarakat sebagai pusat dari penyelenggaraan pemerintahan. Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya menunggu masyarakat datang ke kantor pelayanan, tetapi juga harus aktif menjangkau warga hingga ke desa-desa.

“Montir Desa merupakan wujud komitmen pemerintah kecamatan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memastikan program pembangunan desa berjalan efektif, transparan, dan tepat sasaran,” tegas Camat Lamala.

Menurut Camat, program ini lahir dari kesadaran bahwa desa merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Ketika pelayanan publik mudah dijangkau dan pemerintahan desa berjalan efektif, maka kualitas hidup masyarakat pun berpeluang meningkat. Karena itu, pendekatan pelayanan yang dekat, cepat, dan responsif menjadi kebutuhan penting dalam mewujudkan pemerintahan yang melayani.

Melalui Montir Desa, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan secara langsung di desa, mulai dari administrasi kependudukan, pendampingan penyusunan DPA APBDes dan LPJ APBDes, pendampingan penagihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pelayanan administrasi pertanahan, hingga dukungan terhadap program intervensi stunting.

Selain mempermudah akses layanan, program ini juga menjadi ruang koordinasi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat. Dengan komunikasi yang terbangun secara langsung, berbagai persoalan desa dapat diidentifikasi lebih dini sehingga kebijakan dan program pembangunan menjadi lebih tepat sasaran.

Secara edukatif, Montir Desa mengajarkan bahwa pelayanan publik yang baik bukan hanya soal administrasi, tetapi juga tentang membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. 

Kehadiran aparatur negara di tengah masyarakat mencerminkan prinsip good governance atau tata kelola pemerintahan yang baik, yakni transparan, akuntabel, partisipatif, dan berorientasi pada pelayanan.

Dalam pelaksanaannya, tim Montir Desa bekerja melalui tahapan kunjungan berkala ke desa, koordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat, pelayanan dan pendampingan terintegrasi, serta monitoring dan evaluasi secara berkala. 

Pola kerja ini memungkinkan pemerintah memperoleh gambaran langsung mengenai kebutuhan riil masyarakat sekaligus mengevaluasi efektivitas program pembangunan desa.

Tentu, keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya ditentukan oleh gagasan yang baik, tetapi juga oleh konsistensi pelaksanaan dan dukungan seluruh pihak. Sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, lembaga kemasyarakatan, dan warga menjadi kunci agar manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Apabila terus dikembangkan, Montir Desa berpotensi menjadi model pelayanan publik yang dapat direplikasi di wilayah lain. Sebab, pembangunan yang berkeadilan tidak selalu dimulai dari pusat pemerintahan, melainkan dari desa-desa yang kuat, mandiri, dan terlayani dengan baik.

Sejalan dengan semangat “Dari Desa, Oleh Desa, Untuk Desa,” inovasi Montir Desa menjadi pengingat bahwa esensi pemerintahan sejatinya bukan sekadar mengatur, melainkan hadir untuk melayani dan membangun bersama masyarakat.

“Melayani dengan Hati, Membangun dari Desa” bukan sekadar slogan, melainkan nilai yang diharapkan terus hidup dalam setiap langkah pembangunan di Kecamatan Lamala", tandasnya. (red)

Laporan : Sek. PJS Banggai/Marontoh
© Copyright 2022 - MITRAPERS ONENEWS