Breaking News

Retakan Bangunan di SMKN 2 Banggai Laut, Ujian Nyata Komitmen Pemerintah terhadap Dunia Pendidikan

Banggai Laut, Sulteng - Komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi semestinya berjalan seiring dengan penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang aman dan layak.

Namun, kondisi bangunan SMK Negeri 2 Banggai di Desa Bentean, Kecamatan Banggai Selatan, Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah menghadirkan kenyataan yang patut menjadi perhatian bersama.

Pada sejumlah bagian bangunan sekolah terlihat adanya keretakan pada dinding, kerusakan di bagian atap serta indikasi penurunan struktur bangunan. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran karena ruang-ruang itu setiap hari digunakan sebagai tempat berlangsungnya proses belajar mengajar oleh siswa, guru dan tenaga kependidikan.

Sekolah pada hakikatnya merupakan ruang yang harus memberikan rasa aman bagi seluruh warganya. Karena itu, setiap kerusakan yang berpotensi mengganggu keselamatan tidak dapat dipandang sebagai persoalan fisik bangunan semata. 

Apabila tidak segera ditangani melalui langkah yang tepat, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko, terutama saat musim hujan maupun ketika terjadi cuaca ekstrem.

Situasi ini menjadi pengingat bahwa pembangunan sektor pendidikan tidak cukup diukur dari berbagai program peningkatan kualitas pembelajaran ataupun capaian angka partisipasi sekolah. Ketersediaan fasilitas pendidikan yang aman dan layak juga merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan pendidikan yang bermutu.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pengelolaan pendidikan menengah, termasuk SMA dan SMK negeri, merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi.

Dengan demikian, rehabilitasi bangunan SMKN 2 Banggai menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah sesuai mekanisme perencanaan, kajian teknis, dan penganggaran yang berlaku.

Masyarakat berharap perhatian terhadap kondisi sekolah tersebut tidak berhenti pada pendataan ataupun peninjauan lapangan semata. Proses tersebut diharapkan menjadi langkah awal menuju penetapan tingkat kerusakan, penyusunan skala prioritas, pengalokasian anggaran hingga pelaksanaan rehabilitasi secara nyata dan tepat sasaran.

SMKN 2 Banggai bukan sekadar bangunan fisik. Di dalamnya tumbuh harapan orang tua, semangat belajar para siswa, serta cita-cita untuk melahirkan lulusan pendidikan kejuruan yang mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah. Oleh karena itu, menjaga keamanan lingkungan belajar merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia.

Masyarakat juga berharap rehabilitasi SMKN 2 Banggai dapat menjadi salah satu prioritas dalam perencanaan pembangunan pendidikan melalui APBD Provinsi Sulawesi Tengah, Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Pendidikan, maupun sumber pendanaan lain yang sah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pada akhirnya, perhatian terhadap dunia pendidikan tidak hanya diwujudkan melalui kebijakan dan komitmen yang disampaikan di berbagai forum. Komitmen tersebut perlu tercermin dalam langkah konkret menghadirkan ruang belajar yang aman, layak, dan bermartabat bagi seluruh peserta didik.

Retakan yang tampak pada bangunan SMKN 2 Banggai seharusnya menjadi pengingat bahwa keselamatan warga sekolah merupakan tanggung jawab bersama.

Sebab, pendidikan tidak semestinya berjalan di tengah kekhawatiran, melainkan tumbuh dalam lingkungan yang aman sehingga setiap anak dapat belajar dan meraih masa depannya dengan rasa tenang.

Penulis : Wiwit/Kabiro Balut
© Copyright 2022 - MITRAPERS ONENEWS