Bualemo, Banggai, Sulteng - Sebanyak 4 ton jagung berhasil dipanen dari lahan demplot uji varietas seluas 2 hektare di Desa Nipa Kalemoan, Kecamatan Bualemo, Kabupaten Banggai. Panen tersebut merupakan bagian dari program pendampingan petani binaan Polresta Banggai melalui Polsek Bualemo dalam mendukung ketahanan pangan tahun 2026.
Kegiatan panen bersama yang berlangsung Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 09.00 Wita tersebut dilakukan Kapolsek Bualemo IPTU Alwi bersama Kanit Binmas Polsek Bualemo dan Bhabinkamtibmas Desa Nipa Kalemoan. Kegiatan itu turut didampingi Kepala Desa Nipa Kalemoan dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Bualemo.
Lahan demplot tersebut dikelola petani binaan Polsek Bualemo, Ketut Kerti (56), dengan luas mencapai 2 hektare. Dalam budidaya tersebut, petani menggunakan sekitar 30 kilogram benih yang terdiri atas tiga varietas jagung, yakni Jagung Macho/BISI 235, Jagung Primadona/BISI 236 dan Jagung Maskot/BISI 234.
Dari lahan tersebut, hasil panen mencapai 4 ton jagung. Hasil ini menjadi salah satu indikator produktivitas budidaya sekaligus menunjukkan adanya sinergi antara Polri, pemerintah desa, penyuluh pertanian dan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan.
Polresta Banggai melalui Kapolsek Bualemo IPTU Alwi bersama jajarannya terus mendorong petani binaan agar memanfaatkan lahan secara produktif serta menerapkan pola budidaya yang dapat meningkatkan hasil pertanian.
Pendampingan tersebut mencakup dukungan terhadap penggunaan benih unggul, pemupukan sesuai kebutuhan tanaman serta pengendalian hama dan penyakit yang berpotensi memengaruhi hasil produksi.
Kegiatan panen bersama ini sekaligus menjadi bagian dari evaluasi terhadap hasil uji tiga varietas jagung yang ditanam pada lahan demplot. Evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan pola budidaya dan varietas yang lebih sesuai untuk meningkatkan produktivitas pada musim tanam berikutnya.
Meski budidaya telah berjalan dan mampu menghasilkan 4 ton jagung dari lahan seluas 2 hektare, pendampingan secara berkelanjutan tetap diperlukan. Hal ini penting untuk menjaga produktivitas, mengoptimalkan teknik budidaya serta meningkatkan hasil pertanian petani binaan.
Sinergi antara Polri, pemerintah desa, PPL dan petani diharapkan terus diperkuat sehingga program ketahanan pangan tahun 2026 dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus mendorong sektor pertanian menjadi salah satu penopang ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Bualemo. (rin)

Social Header