Breaking News

Krisis Air Bersih di Bulagi, BPBD Bangkep Pasok Air Bersih untuk Warga dan Fasilitas Umum

Bulagi, Banggai Kepulauan - Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan melalui Komando Siaga Darurat Penanganan Bencana Hidrometeorologi Kering, Karhutla dan Kekeringan (Krisis Air Bersih) terus merespons dampak musim kemarau dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat dan sejumlah fasilitas umum di wilayah Kecamatan Bulagi, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah.

Distribusi air bersih kembali dilakukan pada Kamis (27/8/2026), menyasar masyarakat di Desa Sosom dan fasilitas umum di Kelurahan Bulagi. Sebanyak tiga unit mobil tangki milik DAMKAR, PMI dan PDAM dikerahkan dalam kegiatan tersebut.

Dari sembilan kali perjalanan (trip), total sebanyak 41.600 liter air bersih berhasil didistribusikan kepada masyarakat dan fasilitas umum yang membutuhkan.

Untuk masyarakat Desa Sosom, bantuan air bersih disalurkan kepada 33 kepala keluarga (KK) atau 93 jiwa. Selain itu, distribusi juga menyasar tiga fasilitas umum yang terdiri atas fasilitas pendidikan dan rumah ibadah.

Kegiatan pendistribusian berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 17.00 WITA dan secara umum berjalan dengan baik. Meski demikian, terdapat kendala teknis pada salah satu mobil tangki PDAM karena mengalami rem lengket. Kendala tersebut tidak sampai menghentikan proses pendistribusian air kepada masyarakat.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banggai Kepulauan, Hasnul Basri A. Abuhadjim, S.Sos, mengatakan penyaluran air bersih masih terus dilakukan hingga Jumat (28/8/2026) untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekeringan di Kecamatan Bulagi.

“Hingga hari ini, Jumat 28 Agustus 2026, BPBD Bangkep masih melaksanakan pendistribusian air minum untuk kebutuhan masyarakat di Kecamatan Bulagi,” kata Hasnul Basri kepada Media Mitra Pers Bangkep melalui percakapan WhatsApp.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan air merupakan bagian penting dalam penanganan dampak kekeringan yang terjadi akibat kondisi hidrometeorologi kering.

“Air bersih adalah kebutuhan dasar. Mari bersama menjaga ketersediaan air dan menggunakan air secara bijak, khususnya di tengah kondisi musim kemarau saat ini,” ujarnya.

Penyaluran bantuan air bersih tersebut menjadi salah satu bentuk respons pemerintah daerah bersama unsur terkait dalam membantu masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air akibat kondisi kekeringan.

Pemerintah mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara hemat dan bijak selama musim kemarau, sehingga ketersediaan air dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan yang paling mendesak. (red/tim)
© Copyright 2022 - MITRAPERS ONENEWS