Breaking News

Warga Keluhkan Minimnya Serapan Naker Lokal, Camat Nambo Pimpin Rapat Bersama PT DSLNG dan PT BUMA

Nambo, Banggai - Keluhan masyarakat terkait minimnya serapan tenaga kerja lokal dalam proses rekrutmen PT BUMA mendorong Pemerintah Kecamatan Nambo menggelar rapat bersama pihak PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG) dan PT BUMA di Kantor Camat Nambo, Senin (24/8/2026).

Rapat yang berlangsung sekitar pukul 09.30 WITA tersebut dipimpin Camat Nambo dan dihadiri perwakilan PT DSLNG, PT BUMA, Wakapolsek Kintom-Nambo IPTU Saleh Silo, para kepala desa dan lurah se-Kecamatan Nambo, Ketua Karang Taruna Kecamatan Nambo serta pengurus CSR Kecamatan Nambo.

Pertemuan digelar sebagai tindak lanjut atas keluhan warga yang menilai jumlah tenaga kerja asal Kecamatan Nambo yang terserap dalam proses rekrutmen masih sangat sedikit. Dari sekitar 70 warga Nambo yang telah mendaftar sebagai calon pekerja PT BUMA, baru dua orang yang tercatat masuk dalam proses penerimaan awal.

Camat Nambo mengatakan, keluhan masyarakat perlu mendapat penjelasan dari pihak perusahaan, terutama terkait komitmen awal mengenai prioritas tenaga kerja lokal dari wilayah Ring I yang mencakup Kecamatan Nambo, Kintom dan Batui.

Menurutnya, pertemuan tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan kepada masyarakat sekaligus mencari solusi terhadap persoalan rekrutmen tenaga kerja lokal.

Pihak PT DSLNG melalui Community Relations (Cinrev), Lidiastuty Anwar, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Nambo yang telah memfasilitasi pertemuan tersebut.

Ia menjelaskan, proses perekrutan tenaga kerja PT BUMA memang memprioritaskan tiga kecamatan, yakni Nambo, Kintom dan Batui. Namun, penerimaan tenaga kerja dilakukan secara bertahap mengikuti perkembangan pekerjaan di lapangan.

“Prosesnya dimulai dari pendaftaran, seleksi hingga MCU. Tahapan MCU juga membutuhkan waktu, termasuk bagi calon pekerja yang tidak memenuhi persyaratan sehingga tidak dapat melanjutkan ke tahap berikutnya,” jelasnya.

Lidiastuty juga menjelaskan, PT DSLNG sebelumnya telah melaksanakan pelatihan bagi calon tenaga kerja. Namun, salah satu kendalanya adalah sebagian tenaga kerja yang telah mendapatkan pelatihan justru memilih mencari pekerjaan di luar perusahaan.

Selain itu, keterbatasan anggaran menjadi salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan pelatihan apabila seluruh calon tenaga kerja harus diberikan pelatihan.

Sementara itu, Dili Herlianto selaku Site Manager PT BUMA, menjelaskan bahwa dari 21 calon pekerja yang telah menjalani pemeriksaan kesehatan atau Medical Check Up (MCU), baru dua orang asal Kecamatan Nambo yang masuk dalam proses rekrutmen.

Keduanya masing-masing berasal dari Desa Padungnyo dan Desa Koyoan.
Dili menegaskan, kondisi tersebut bukan berarti kesempatan warga Nambo telah berakhir. PT BUMA masih akan melakukan rekrutmen pada tahap berikutnya yang diperkirakan dimulai awal September 2026.

“Untuk tahap pertama diperkirakan sembilan orang dan tahap kedua sekitar 10 orang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jumlah tenaga kerja yang direkrut saat ini masih terbatas karena pekerjaan proyek masih berada pada tahapan awal. Proyek pembangunan sipil tersebut juga direncanakan berlangsung hingga Desember 2026, sehingga kebutuhan tenaga kerja diperkirakan meningkat pada September.

Dalam proses rekrutmen, PT BUMA menerima sekitar 3.000 pelamar secara daring, sementara kebutuhan tenaga kerja diperkirakan berada di kisaran 300 orang.

Menurut Dili, mekanisme pendaftaran secara daring diterapkan untuk menghindari praktik yang tidak diinginkan, termasuk percaloan tenaga kerja. Perusahaan juga memastikan pembayaran gaji dilakukan langsung kepada pekerja tanpa melalui perantara.

Ia mengakui Kecamatan Nambo memiliki sumber daya manusia yang cukup potensial. Karena itu, sebanyak 70 pendaftar asal Nambo tetap menjadi bagian dari proses seleksi sesuai kebutuhan dan persyaratan perusahaan.

Data 70 pendaftar tersebut, kata dia, telah berada di pihak perusahaan. Namun, nama-nama yang dinyatakan lolos belum dapat diumumkan secara final karena masih menunggu proses penetapan sesuai mekanisme bersama Dinas Ketenagakerjaan. Diketahui, PT. BUMA merupakan perusahaan Subkon di PT DS LNG yang beroperasi diwilayah Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Pada sesi tanya jawab, Kasi PIP Kecamatan Nambo, Ramli Mambuhu, turut mempertanyakan perkembangan 70 pendaftar asal Nambo serta hasil MCU terhadap calon pekerja.

Sementara itu, Lurah Lempek menyampaikan dua hal yang menjadi perhatian masyarakat, yakni pemerataan tenaga kerja sesuai kesepakatan awal dan penegasan bahwa Kecamatan Nambo merupakan bagian dari wilayah Ring I bersama Kecamatan Kintom dan Batui.

Ia berharap kesempatan kerja dapat diberikan secara lebih merata kepada masyarakat lokal.

“Kami tidak menuntut lebih. Setidaknya dari 70 orang yang mendaftar masih bisa diambil untuk memenuhi pemerataan tenaga kerja lokal,” ujarnya.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Nambo, Ahyar Mokoagow, juga mempertanyakan mekanisme pendaftaran tenaga kerja yang dinilai belum sepenuhnya mengakomodasi calon pekerja asal Nambo.

Ia meminta adanya kepastian terhadap 21 calon pekerja yang telah menjalani MCU serta berharap jumlah tenaga kerja asal Nambo yang diterima dapat ditambah, mengingat kebutuhan tenaga kerja proyek diperkirakan mencapai sekitar 300 orang.

Ahyar juga menegaskan bahwa Kecamatan Nambo merupakan bagian dari komitmen awal pembentukan wilayah Ring I bersama Kintom dan Batui. Karena itu, ia meminta agar komitmen tersebut tetap menjadi dasar dalam proses rekrutmen tenaga kerja lokal.

Ia turut meminta evaluasi terhadap data 70 pendaftar karena terdapat nama yang disebut tercatat lebih dari satu kali.
Di sisi lain, pihak PT DSLNG menjelaskan bahwa proses rekrutmen memang disesuaikan dengan tahapan pekerjaan fisik. Saat ini proyek masih berada pada tahap pembongkaran sehingga kebutuhan tenaga kerja belum mencapai jumlah maksimal.

Wakapolsek Kintom-Nambo IPTU Saleh Silo dalam kesempatan tersebut mengapresiasi koordinasi antara Pemerintah Kecamatan Nambo dengan pihak perusahaan. Menurutnya, komunikasi yang baik diperlukan agar setiap persoalan terkait rekrutmen dapat diselesaikan secara terbuka dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Pemerintah Kecamatan Nambo berharap proses rekrutmen berikutnya dapat berjalan transparan dan memberikan kesempatan yang proporsional kepada tenaga kerja lokal, dengan tetap memperhatikan komitmen awal mengenai prioritas tenaga kerja dari Kecamatan Nambo, Kintom dan Batui. (rin)
© Copyright 2022 - MITRAPERS ONENEWS