Banggai Kepulauan, Sulteng - Debit air pada sumur bor bantuan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di Desa Momotan, Kecamatan Bulagi Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan, dilaporkan mengalami penurunan secara drastis di tengah kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut.
Padahal, sumur bor yang baru sekitar tiga bulan selesai dikerjakan itu sebelumnya telah mengeluarkan air dan dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Penurunan debit air tersebut kini menjadi perhatian pemerintah desa dan masyarakat setempat. Kondisi ini dikhawatirkan semakin menyulitkan warga dalam memperoleh air bersih apabila musim kering terus berlangsung.
Kepala Desa Momotan, Hendri Cipto Mosooli, kepada media ini, Minggu (20/9/2026) mengatakan kondisi debit air pada sumur bor tersebut mulai menurun secara signifikan. Ia menduga kondisi tersebut berkaitan dengan kemarau panjang yang terjadi di wilayah Desa Momotan dan sekitarnya.
Menurutnya, keberadaan sumur bor tersebut sangat membantu masyarakat, terutama setelah wilayah tersebut mulai terdampak kekeringan. Namun, berkurangnya debit air membuat manfaat sumur bor tersebut tidak lagi maksimal seperti sebelumnya.
Hendri berharap Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan dapat memberikan perhatian terhadap kondisi yang dialami masyarakat Desa Momotan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan air bersih selama musim kemarau.
“Harapan kami Desa Momotan juga mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan karena saat ini masyarakat mulai terdampak kekeringan,” ujar Hendri.
Ia berharap ada langkah penanganan yang dapat dilakukan pemerintah agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi, terutama jika kondisi kemarau masih berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.
Kondisi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa ketersediaan sumber air bersih menjadi persoalan penting bagi masyarakat di wilayah yang terdampak kekeringan. Pemerintah diharapkan dapat memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama musim kemarau. (Irwanto/Kabiro)

Social Header