Bulagi Utara, Bangkep - Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep) Rusli Moidady menekankan pentingnya literasi keuangan bagi masyarakat agar mampu mengelola pendapatan, memilih layanan keuangan, serta mengambil keputusan finansial secara bijak.
Hal itu disampaikan Rusli saat menghadiri sekaligus memberikan arahan pada kegiatan Edukasi Keuangan kepada Masyarakat melalui Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) Desa Luk Panenteng, Kecamatan Bulagi Utara, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, Senin (21/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Balai Desa Luk Panenteng mulai pukul 11.00 WITA tersebut diikuti jajaran perangkat daerah terkait, pimpinan dan jajaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perwakilan lembaga jasa keuangan dan perbankan, Camat Bulagi Utara Hunderto Mandanga, S.Gz., M.Kes., Kepala Desa Luk Panenteng, para kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda serta masyarakat Desa Luk Panenteng.
Dalam arahannya, Rusli menyampaikan apresiasi kepada OJK dan seluruh pihak yang telah berperan dalam memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat melalui program EKI.
Menurutnya, edukasi keuangan tidak boleh berhenti sebatas pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pengetahuan yang sudah disampaikan hari ini jangan hanya berhenti sebagai pengetahuan yang kita dengarkan di ruangan ini. Yang paling penting adalah bagaimana pengetahuan tersebut dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Rusli.
Ia menjelaskan, masyarakat memiliki kebutuhan dan profesi yang beragam, mulai dari petani, nelayan, ibu rumah tangga, pelaku usaha hingga pengelola sektor pariwisata. Namun, seluruh masyarakat memiliki kebutuhan yang sama, yakni kemampuan mengelola keuangan secara bijak.
Rusli mengingatkan masyarakat agar mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, membiasakan diri menabung, mencatat pemasukan dan pengeluaran, serta berhati-hati dalam menggunakan pinjaman maupun memilih produk dan layanan keuangan.
Menurutnya, kemudahan akses terhadap berbagai layanan keuangan harus diiringi dengan pengetahuan yang memadai. Dengan demikian, masyarakat dapat mengambil keputusan secara tepat dan terhindar dari potensi kerugian.
“Jangan sampai karena ingin mendapatkan keuntungan dengan cepat, justru kita mengalami kerugian,” katanya.
Selain literasi keuangan, Rusli juga menyoroti potensi ekonomi dan pariwisata yang dimiliki Desa Luk Panenteng. Salah satunya adalah destinasi wisata Paisu Pok yang telah dikenal luas hingga mancanegara.
Menurutnya, potensi tersebut perlu dijaga dan dikelola secara berkelanjutan agar mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Perkembangan sektor pariwisata, kata Rusli, diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga membuka berbagai peluang usaha bagi masyarakat, seperti kuliner, kerajinan, jasa transportasi, penginapan, perdagangan, serta usaha produktif lainnya.
Dalam pengembangan usaha tersebut, pengetahuan dan akses terhadap layanan keuangan menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Melalui kegiatan Ekosistem Keuangan Inklusif seperti yang kita ikuti hari ini, kita berupaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan sekaligus mendukung peningkatan Indeks Akses Keuangan Daerah atau IKAD,” jelasnya.
Bupati juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu bertanya apabila terdapat informasi keuangan yang belum dipahami. Masyarakat diminta memastikan legalitas dan keamanan suatu produk maupun layanan keuangan sebelum menggunakannya.
Ia menegaskan, peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, OJK, lembaga keuangan, pemerintah desa, BUMDes, pelaku usaha hingga masyarakat.
“Mari kita manfaatkan potensi yang kita miliki. Mari kita kelola usaha dengan lebih baik, kelola pendapatan dengan lebih bijak, dan gunakan akses keuangan sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ajaknya.
Rusli berharap Desa Luk Panenteng ke depan tidak hanya dikenal karena keindahan Paisu Pok, tetapi juga sebagai desa dengan masyarakat yang semakin mandiri, produktif, serta mampu mengelola potensi ekonomi secara baik dan berkelanjutan.
Kegiatan edukasi keuangan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang legal, aman, dan sesuai dengan kebutuhan. (red/Vr)

Social Header