Breaking News

Jawab Kebutuhan Warga, Tri Hartono Sibay : Jembatan Gantung Masungkang Ditargetkan Rampung September

Banggai, Sulteng - Kebutuhan masyarakat terhadap akses penyeberangan yang lebih aman di Sungai Masungkang, Kabupaten Banggai, mulai mendapat jawaban. Pembangunan jembatan gantung yang selama ini menjadi kebutuhan warga setempat kini tengah dikerjakan dan ditargetkan rampung pada September 2026.

Pembangunan tersebut dikerjakan sejak 8 Agustus 2026 dan hingga Minggu (13/9/2026) masih berlangsung. Penanggung jawab pelaksanaan di lapangan, Tri Hartono Sibay, memperkirakan pekerjaan akan selesai dalam waktu sekitar enam hari ke depan.

"Mulai dikerjakan tanggal 8 Agustus sampai sekarang masih pengerjaan. Insyaallah enam hari lagi selesai," kata Tri Sibay, Minggu (13/9/2026).
Menurut Tri, pembangunan Jembatan Gantung Masungkang berawal dari aspirasi masyarakat yang membutuhkan sarana penyeberangan untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Karena itu, sejak tahap awal dirinya bersama tim berupaya mendorong agar kebutuhan tersebut dapat ditindaklanjuti.

Tri mengatakan, upaya tersebut kemudian mendapat respons positif dari Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid. Pembangunan jembatan selanjutnya direalisasikan melalui sumbangan pribadi Anwar Hafid, bukan melalui anggaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

"Sejak perencanaan awal, saya bersama tim terus berupaya menjembatani aspirasi masyarakat setempat. Alhamdulillah, respons positif dari Pak Anwar Hafid berbuah manis dengan dibangunnya Jembatan Gantung Masungkang seperti yang sedang dilaksanakan saat ini," tutur Tri.

Tri menilai, pembangunan jembatan tersebut bukan sekadar pekerjaan fisik, tetapi merupakan upaya memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap akses yang lebih layak. Dengan adanya jembatan, warga diharapkan dapat menjalankan aktivitas dengan lebih mudah, terutama bagi masyarakat yang selama ini menggunakan jalur penyeberangan di kawasan tersebut.

Tri sendiri merupakan pemuda Banggai yang sejak awal ikut mendorong agar aspirasi masyarakat Masungkang mendapat perhatian dan tindak lanjut

"Sejak awal kami terus berupaya mendorong hal ini agar ditindaklanjuti. Alhamdulillah, upaya tersebut berbuah manis dan mendapat respons positif dari Pak Anwar Hafid," katanya.

Dalam proses pengerjaannya, pembangunan jembatan tersebut turut melibatkan relawan Vertical Rescue Indonesia. Tri menjelaskan, mereka bukan pekerja proyek yang dikontrak, melainkan relawan yang memberikan sumbangsih tenaga, pikiran dan waktu untuk membantu pelaksanaan pekerjaan.

"Kami sangat mengapresiasi teman-teman relawan yang telah memberikan sumbangsih tenaga, pikiran dan waktu," ujar Tri.

Menurutnya, kehadiran para relawan juga memberikan semangat tersendiri bagi tim yang bekerja di lapangan. Tak hanya membantu pekerjaan, para relawan bahkan rela berkemah di lokasi selama proses pembangunan berlangsung.

Dukungan terhadap pekerjaan tersebut juga datang dari keluarga Tri. Sang istri turut mendampinginya di lokasi dan rela meninggalkan aktivitas di rumah selama proses pembangunan berlangsung.

Tidak hanya mendampingi, sang istri juga ikut membantu bersama tim relawan dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Tri menjelaskan, pembangunan Jembatan Gantung Masungkang tidak memiliki nama proyek sebagaimana proyek pemerintah. Hal itu karena pembangunan merupakan sumbangan pribadi Anwar Hafid.

Mengenai nilai dana yang digunakan, Tri mengaku tidak mengetahui secara pasti jumlahnya karena menurutnya nominal tersebut hanya diketahui oleh donatur.

"Kami tidak tahu nominal dananya, hanya donatur yang tahu," ujarnya.

Sebagai penanggung jawab pelaksanaan di lapangan, Tri mengatakan dirinya bersama tim akan terus mengawal pekerjaan hingga jembatan tersebut selesai dan dapat digunakan masyarakat.

Ia berharap pembangunan berjalan lancar dan selesai sesuai target sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh warga yang membutuhkan.

"Kami hanya minta dukungan dan doa dari semua pihak agar pekerjaan berjalan lancar dan sukses sesuai rencana," tutur Tri.

Dengan target penyelesaian pada September 2026, Jembatan Gantung Masungkang diharapkan menjadi bagian dari upaya menjawab kebutuhan dasar masyarakat setempat, khususnya dalam memperoleh akses penyeberangan yang lebih aman dan memudahkan mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. (rin)
© Copyright 2022 - MITRAPERS ONENEWS