Breaking News

Konsolidasi Akbar, Ketua DPD PAN Banggai H. Akmal Ilyas Ingatkan Kader : Kekuatan Politik Harus Dibarengi Kerja Nyata

Banggai, Sulteng - Konsolidasi besar-besaran Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Banggai tak hanya menjadi ajang penguatan struktur partai. Di hadapan ratusan kader dan simpatisan, Ketua DPD PAN Banggai, H. Akmal, menyampaikan pesan tegas bahwa kekuatan politik harus dibuktikan melalui kerja nyata dan kebermanfaatan bagi masyarakat.

Pesan itu disampaikan Akmal saat konsolidasi akbar DPD PAN Banggai yang digelar di salah satu hotel di Kecamatan Luwuk Selatan, Minggu (6/9/2026). Agenda tersebut dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I serta pelantikan pengurus 24 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PAN se-Kabupaten Banggai.

Tak hanya melantik jajaran pengurus di tingkat kecamatan, konsolidasi tersebut juga dirangkaikan dengan pengukuhan 500 relawan dan simpatisan PAN. Mereka diposisikan sebagai bagian dari kekuatan organisasi untuk bergerak dan hadir di tengah masyarakat.

Kegiatan dibuka Ketua Harian DPW PAN Sulawesi Tengah, Ronny Tanusaputra. Sementara prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) organisasi oleh Ketua Pembinaan Organisasi dan Keanggotaan (POK) DPW PAN Sulawesi Tengah, Ronald Gulla.

Ronald Gulla kemudian melantik 24 pengurus DPC PAN se-Kabupaten Banggai sekaligus mengukuhkan 500 relawan dan simpatisan.

Bagi PAN Banggai, penguatan struktur hingga tingkat kecamatan tersebut bukan semata soal memperbesar mesin organisasi. Jaringan yang terbentuk diharapkan mampu menjadi penghubung partai dengan masyarakat, terutama dalam menyerap aspirasi dan mengetahui persoalan yang dihadapi warga.

Di tengah semangat konsolidasi tersebut, Akmal mengingatkan kader agar tidak memandang politik sebatas perebutan kekuasaan maupun perolehan kursi di lembaga legislatif.

Menurutnya, banyaknya kursi politik tidak akan berarti apabila keberadaan kader tidak memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Kalau sudah menjadi kader PAN, kita harus bantu rakyat. Percuma kita punya banyak kursi tapi tidak punya dampak yang baik untuk rakyat,” tegas H. Akmal.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan paling menonjol dalam konsolidasi PAN Banggai. Akmal menekankan bahwa semakin besar kekuatan politik yang dimiliki, semakin besar pula tanggung jawab kader untuk bekerja dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

Politik, kata dia, tidak seharusnya berhenti pada momentum pemilu atau perebutan kursi. Kekuatan organisasi harus terlihat melalui kehadiran kader di tengah masyarakat dan kemampuan mereka menjawab kebutuhan warga.

Karena itu, para pengurus DPC, kader, relawan dan simpatisan PAN didorong untuk tidak hanya aktif ketika momentum politik tiba. Mereka diharapkan membangun komunikasi secara berkelanjutan, menyerap aspirasi serta mengambil bagian dalam mencari solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Pengukuhan 500 relawan sekaligus pelantikan 24 DPC menjadi bagian dari langkah PAN Banggai memperluas jaringan organisasi hingga ke akar rumput.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pengurus DPW PAN Sulawesi Tengah, perwakilan pemerintah daerah, unsur pimpinan DPRD, penyelenggara pemilu, serta perwakilan lintas partai politik.

Kehadiran berbagai unsur tersebut membuat konsolidasi PAN Banggai tidak hanya menjadi agenda internal partai, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi politik dan komunikasi antarelemen dalam kehidupan demokrasi di Kabupaten Banggai.

Dengan struktur yang semakin diperkuat dan jaringan relawan yang diperluas, PAN Banggai kini menghadapi tantangan untuk membuktikan pesan yang disampaikan Akmal: bahwa kekuatan politik tidak berhenti pada angka kursi, tetapi harus berbanding lurus dengan kerja nyata dan manfaat yang dirasakan masyarakat. (red)

Sumber : Ketua Bidang OKK DPD PAN Banggai, Moh. Idhar S. Tule
© Copyright 2022 - MITRAPERS ONENEWS