Breaking News

Momen Pemimpin Banggai Bersaudara Duduk Berdampingan saat Rapat di Palu

Palu, Sulteng - Momen kebersamaan terlihat dalam agenda kunjungan kerja lintas kementerian dan lembaga di Hotel Best Western Plus Coco Palu, Senin (28/9/2026).

Tiga wilayah yang tergabung dalam kawasan Banggai Bersaudara tampak hadir dalam satu forum dengan para pemimpinnya duduk berdampingan mengikuti jalannya rapat.

Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady, S.T., M.T., AIFO, terlihat berada dalam satu forum bersama Bupati Banggai Laut Sofyan Karpa dan Wakil Bupati Banggai Drs. Furqanuddin Masulili, MM.

Kebersamaan tersebut menjadi salah satu momen menarik dalam agenda yang turut dihadiri jajaran pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Pertemuan yang berlangsung sekitar pukul 08.30 WITA tersebut dihadiri Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI Maman Abdurrahman, S.T., Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) RI Yandri Susanto, S.Pt., M.Si., serta Kepala Badan Karantina Indonesia Sahat Manaor Panggabean atau perwakilan resmi.

Turut hadir Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, Bupati Poso Verna Ingkiriwang serta sejumlah pejabat dan tamu undangan lainnya.

Di tengah agenda resmi tersebut, kehadiran pemimpin dari Banggai Kepulauan, Banggai, dan Banggai Laut dalam satu ruang menjadi gambaran kebersamaan tiga daerah yang dikenal dengan sebutan Banggai Bersaudara.

Kondisi tersebut bukan tanpa alasan. Secara historis, Kabupaten Banggai merupakan kabupaten induk, sementara Banggai Kepulauan dan Banggai Laut sebelumnya berada dalam wilayah administratif Kabupaten Banggai sebelum masing-masing dimekarkan menjadi daerah otonom.

Identitas daerah yang menjadi salah satu simbol penyatuan itu juga tercermin dari penggunaan nama Banggai. Secara administratif, kini terdapat Kabupaten Banggai yang kerap disebut Banggai (Banggai Darat), Kabupaten Banggai Laut atau Balut, serta Kabupaten Banggai Kepulauan atau Bangkep.

Meski telah berdiri sebagai daerah otonom dengan pemerintahan masing-masing, hubungan ketiga daerah tersebut tidak semata-mata berbicara tentang batas administratif. Secara sosial dan budaya, masyarakat di ketiga wilayah memiliki ikatan yang telah terbentuk dan diwariskan secara turun-temurun.

Dalam perspektif sosial-budaya masyarakat setempat, kedekatan tersebut bahkan kerap digambarkan bagaikan “kembar Siam”—berbeda wilayah administratif, namun memiliki hubungan sejarah, kekerabatan, sosial dan budaya yang begitu erat.

Ketiga daerah di kawasan timur Sulawesi Tengah itu juga memiliki akar masyarakat lokal yang dikenal dengan identitas BABASAL, akronim dari Banggai, Saluan, dan Balantak. Identitas tersebut menjadi salah satu unsur sosial-budaya yang melekat dalam kehidupan masyarakat di wilayah Banggai dan sekitarnya.

Karena itu, momen para pemimpin Banggai Bersaudara duduk berdampingan dalam sebuah forum di Palu tidak sekadar menjadi bagian dari agenda kedinasan. Momen tersebut juga memperlihatkan pertemuan tiga pemerintahan daerah yang memiliki kedekatan sejarah, sosial, dan budaya.

Dalam forum tersebut, agenda utama yang dibahas berkaitan dengan penguatan ekonomi daerah melalui “Gerakan 1000 Pelaku Usaha Berani Ekspor”, yang diarahkan untuk membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha lokal agar mampu mengembangkan produk daerah menuju pasar internasional.

Bagi kawasan Banggai Bersaudara, agenda tersebut memiliki relevansi dengan potensi ekonomi yang dimiliki masing-masing daerah, terutama sektor perikanan, kelautan, pertanian, usaha mikro, serta berbagai produk unggulan lokal.

Kehadiran para pemimpin daerah dalam forum yang sama juga membuka ruang koordinasi dan komunikasi antarpemerintah daerah dalam mengikuti berbagai kebijakan dan program pemerintah pusat yang berkaitan dengan penguatan ekonomi masyarakat.

Pada akhirnya, momen duduk berdampingan para pemimpin Banggai Bersaudara di Palu menjadi gambaran sederhana tentang tiga daerah yang secara administratif telah berdiri sendiri, namun tetap memiliki benang merah sejarah, sosial, dan budaya yang menghubungkan masyarakatnya dari generasi ke generasi. (rin)
© Copyright 2022 - MITRAPERS ONENEWS