Breaking News

Wabup Banggai Furqanudin Tekankan KDMP Jangan Sekadar Berdiri, Harus Produktif

Luwuk, Banggai, Sulteng - Wakil Bupati Banggai menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tidak boleh hanya sekadar berdiri secara kelembagaan, tetapi harus mampu menjalankan kegiatan usaha secara produktif dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat desa dan kelurahan.

Penegasan tersebut disampaikan Wakil Bupati Banggai saat menghadiri Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Pengurus dan Penguatan Jejaring Kemitraan dalam Mendukung Operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) se-Kabupaten Banggai, yang digelar Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Banggai di Hotel Swiss-Belinn Luwuk, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti 90 peserta yang merupakan pengurus dari 90 KDKMP se-Kabupaten Banggai.

Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman para pengurus mengenai tugas, fungsi, dan tanggung jawab dalam pengelolaan KDKMP. Selain itu, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pengurus dalam menyusun rencana bisnis serta mengidentifikasi potensi usaha sesuai karakteristik dan keunggulan masing-masing desa maupun kelurahan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Banggai menyampaikan bahwa daerah tersebut memiliki potensi ekonomi yang besar dan beragam, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, UMKM, perdagangan, pariwisata, hingga berbagai potensi sumber daya lokal lainnya.

“Potensi tersebut harus mampu kita kelola menjadi kekuatan ekonomi yang bernilai tambah dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan modal maupun fasilitas yang diberikan, tetapi sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya.

“Pengurus koperasi harus memiliki kemampuan manajerial, memahami prinsip-prinsip perkoperasian, mampu membuat perencanaan usaha, mengelola keuangan secara transparan, memahami pemasaran dan pemanfaatan teknologi digital, serta membangun hubungan kemitraan yang saling menguntungkan,” tegasnya.

Selain peningkatan kapasitas pengurus, Wakil Bupati Banggai juga menekankan pentingnya penguatan jejaring kemitraan. Koperasi, kata dia, perlu membangun kerja sama dengan pemerintah daerah, dunia usaha, perbankan dan lembaga pembiayaan, BUMN, BUMD, perguruan tinggi, pelaku UMKM, kelompok tani, kelompok nelayan, kelompok peternak, serta berbagai pihak lainnya.

“Kita harus membangun sebuah ekosistem ekonomi yang saling terhubung. Produk masyarakat harus memiliki akses pasar, pelaku usaha harus memiliki akses pembiayaan, petani dan nelayan harus mendapatkan akses terhadap sarana produksi dan teknologi, dan koperasi harus menjadi salah satu simpul yang menghubungkan seluruh kepentingan tersebut,” tuturnya.

Ia juga berpesan kepada Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Banggai agar pembinaan terhadap KDKMP tidak berhenti pada aspek administratif dan pembentukan kelembagaan semata.

Pendampingan, monitoring, evaluasi, serta penguatan kapasitas harus dilakukan secara berkelanjutan agar KDKMP mampu menjalankan kegiatan usaha secara profesional dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi serta sesi diskusi dan tanya jawab yang menghadirkan narasumber dari Asisten Deputi Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi Republik Indonesia serta KPP Pratama Luwuk.

Melalui kegiatan tersebut, para pengurus KDKMP diharapkan semakin memiliki kapasitas dalam mengelola koperasi secara profesional, transparan, produktif, mandiri, dan berkelanjutan.

Dengan demikian, keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Banggai diharapkan tidak hanya menjadi lembaga ekonomi di tingkat desa dan kelurahan, tetapi mampu menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat serta membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan warga. (rin)
© Copyright 2022 - MITRAPERS ONENEWS