Usai pembacaan Doa, mengawali orasi politik pada Kampanye Pasangan Calon (Paslon) Nomor Urut 3 Rusdi Mastura-Agusto, Muharram Nurdin menyampaikan tiga alat ukur dalam memilih pemimpin.
Pertama ; Rekam jejak, berdasarkan rekam jejak, kita tentunya tidak memilih xalon pemimpin yang pernah berurusah dengan korupsi, pemimpin yang lalai dari amanah, pemimpin yang kerap membuat kebijakan yang menyengsarakan rakyat yang dipimpin dan kita memilih pemimpin yang tidak hanya memperkaya diri, kerabat atau kelompok keluarganya.
Kedua, Kemampuan. Selama kepemimpinan Rusdy Mastura, Pemprop Sulteng telah memperoleh 23 penghargaan dari pememrintah Pusat atas keberhasilannya membangun daerah paskah bencana alam Pasigala.
Ketiga, Gagasan. Rusdy Mastura mampu menjadikan Sulteng sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, apa terlebih Sulteng sebagai daerah penyanggah IKN tentunya kita perlu mencari pemimpin yang punya gagasan membangun pertumbuhan ekonomi rakyat bukan membangun ekonomi pribadi dan kroni-kroninya..
"Dari ketiga alat ukur tersebut maka Pak Rusdyastura palingvtepatbdan peling memenuhi syarat", tandas Nurdin.
Disamping itu, Ketua Koalisi Nurdin menyempatkan mengajak masyarakat untuk mendoakan Bapak Ma'mun Amir semoga cepat sembuh.
Nurdin menambahkan bahwa saat menjadi anggota DPRD selama 10 Tahun, wali kota selama 10 tahun dan Gubernur 3 tahun lebih, Rusdy Mastura tidak memperkaya diri maupun kroni-kroninya, kita juga tdk pernah mendengar dipanggil oleh APH.
"Cudy telah memberi contoh yang baik bagaimana menjadi pemimpin yang amanah, walaupun Pak Rusdy masih punya kekurangan yakni tidak mampu memperkaya dirinya sendiri, olehnya itu Rusdy Mastura layak untuk memimpin Sulawesi Tengah", tutur Nurdin.
Social Header