Breaking News

Tak Kunjung Diaspal, Timbunan Jalan Potensi Ganggu Kesehatan Warga Setempat

Banggai - Belakangan ini, Pemkab Banggai gencar melaksanakan Pembangunan sarana dan prasarana khususnya jalan yang umumnya berupah peningkatan badan jalan yang sudah ada baik dilingkungan pemukiman penduduk, antar Desa serta ruas dari dan menuju Kecamatan.

Dalam setiap pertemuan formal maupun nonformal apa terlebih di musim Pilkada, pemerintah Daerah terus menjadikan  pembangunan dibidang sarpras ini sebagai salah satu topik hangat dan diklaim sebagai barometer kesuksesan pembangunan pemerintahan era belakangan ini.

Sayangnya, klaim sukses dibidang ini belum bisa dijadikan dasar pembenaran mengingat masih banyak titik masalah yang prioritas untuk dikerjakan tapi luput dari perencanaan. Disamping itu, sebagian pekerjaan pun belum memenuhi sesuai apa yang diharapkan.

Hal itu dibuktikan dengan banyaknya keluhan masyarakat baik secara langsung maupun melalui curhatan via media sosial tentang mirisnya kondisi sarana dan prasarana fisik jalan termasuk jembatan yang menjadi nafas perekonomian masyarakat.

Tak hanya itu, disebagian titik pekerjaan dinilai semrawutan dalam arti asal asalan karena rehab jalan yang harusnya terjadi peningkatan ini malah menciptakan masalah baru.

Salah satu contoh di titik ruas jalan wilayah Kecamatan Nambo, tepatnya di Nambo Bosaa, ruas jalan yang dikerjakan melalui anggaran APBD kabupaten Banggai Ta. 2024 ini terkesan asalan.

Pasalnya, proyek bernilai empat ratusan lebih juta (400 lebih juta) ini malah menjadi sumber penyakit bagi warga yang bermukim di seputar ruas jalan tersebut.
Kenapa demikian !?

Oleh warga setempat mengeluhkan keberadaan debu dampak timbunan material jalan yang dibiarkan berlarut-larut tanpa disiram atau paling tidak pengaspalan disegerahkan.

"Ini proyek lewat perencanaan atau memang cuma dorang karja bagini ?" keluh warga yang enggan menyebutkan namanya, Minggu (10/11/2024).

Warga lain pun menimpali dengan mengatakan kalau pekerjaan rehab jalan di kompleks pemukiman warga tersebut tidak secara profesional, cenderung pencitraan dan tidak memikirkan dampak kesehatan yang ditimbulkannya.

"Ini jalan macam cuma dorang bikin macam jalan ka kobon, abis dorang timbun dorang Kase tinggal, Torang ini cuma di kasih abu, somo masuk dua bulan ini Pak, baru itu papan proyek selesai tanggal 9 Nopember, ini somo tangal 10 Nopember", tutur warga menimpali rekannya.

Melalui media ini, warga yang mendiami jalur proyek peningkatan jalan di wilayah Kelurahan Nambo Bosaa, Kecamatan Nambo ini meminta pemerintah Kabupaten Banggai khususnya pihak PUPR agar segera menutup timbunan dengan aspal mengingat di musim panas, debu yang beterbangan sangat mengganggu kesehatan warga. (rin)
© Copyright 2022 - MITRAPERS ONENEWS