Sulteng - Pemandangan miris kembali menghiasi dunia pendidikan di Sulawesi Tengah (Sulteng). Pasalnya, belakangan ini Para guru yang menjadi tulang punggung kemajuan Bangsa, kini harus berjuang bukan hanya menjadikan generasi Bangsa untuk Siap Pakai melainkan harus bekerja ekstra untuk sekadar mendapatkan cuan demi mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.
Khususnya bagi Guru ASN PPPK diawal tahun 2025 kini sudah dipenghujung bulan Januari namun Gaji yang seharusnya menjadi sumber penghidupan, tak kunjung tiba. Akibatnya, banyak guru yang menjerit karena kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Belakangan diketahui ternyata ada Keterlambatan pencairan Gaji Guru ASN dan P3K tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) Se-Sulteng.
Dari sumber yang sempat dihimpun media ini (31/1) diketahui bahwa Keterlambatan pembayaran gaji guru di Sulteng tersebut bukanlah masalah baru. Menurutnya Kasus ini sudah berulang kali terjadi, bahkan hingga berbulan-bulan.
"Ironisnya, belum ada solusi konkret dari pemerintah daerah. Para guru hanya bisa pasrah menunggu, berharap gaji mereka segera dicairkan", keluh Sumber yang enggan disebutkan namanya (31/1/2025)
Lanjutnya lagi, Keterlambatan gaji ini berdampak sangat besar bagi kehidupan para guru. Banyak dari mereka yang harus berutang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan, ada yang terpaksa menjual aset berharga demi bertahan hidup.
Tak hanya itu, keterlambatan gaji juga mempengaruhi kinerja para guru. Mereka menjadi tidak fokus dalam mengajar, karena harus memikirkan cara mencari nafkah tambahan. Hal ini tentu saja berdampak pada kualitas pendidikan di Sulteng.
Oleh karena itu, Para guru di Sulteng menuntut agar pemerintah daerah segera mengambil tindakan tegas untuk mengatasi masalah ini. Para guru juga meminta agar pemerintah memberikan jaminan bahwa gaji mereka akan dibayar tepat waktu.
Peran Pemerintah Daerah
Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar untuk menyelesaikan masalah ini. Mereka harus mencari tahu penyebab keterlambatan gaji dan segera mengambil tindakan korektif. Selain itu, pemerintah daerah juga harus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah.
Solidaritas dan Dukungan
Masalah ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Semua pihak, termasuk masyarakat, harus pro aktif membantu dan memberikan dukungan kepada para guru.
"Kita harus bersama-sama menuntut agar pemerintah daerah segera bertindak untuk menyelesaikan masalah ini", tambahnya lagi.
Masa Depan Pendidikan di Sulteng
Jika masalah keterlambatan gaji ini tidak segera diatasi, maka masa depan pendidikan di Sulteng akan terancam. Para guru akan kehilangan motivasi untuk mengajar, dan kualitas pendidikan akan semakin menurun. Oleh karena itu, kita harus bergerak cepat untuk menyelamatkan masa depan pendidikan di Sulteng.
"Mari Bersama-sama Memperjuangkan Hak Guru, Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa para guru di Sulteng mendapatkan hak mereka. Mari bersama-sama memperjuangkan hak guru, agar mereka dapat terus berkontribusi dalam mencerdaskan anak bangsa", tutupnya. (*)
Social Header