Kintom - Front Pemuda Babasalan Bersatu (F-PBB) menuntut Rekrutmen Tenaga kerja proyek PT. PAU jilid 2, harus memprioritaskan masyarakat adat Babasalan ring 1 sebagai wilayah terdampak.
Hal ini sebagaimana penuturan tokoh muda yang tergabung dalam organisasi Front Pemuda Babasalan Bersatu (F-PBB) kepada media ini (21/2/2025)
Pria kelahiran Kecamatan Kintom ini menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan proyek PAU jilid 2, sebagai Front Pemuda Babasalan Bersatu (F-PBB) menyarankan dan mengharapkan kehadiran perusahaan dapat memprioritaskan masyarakat adat Babasalan ring 1 mulai dari wilayah Nambo, Batui dan Kintom.
Tuntutan ini bukan tidak beralasan, pasalnya kehadiran perusahaan tersebut tentunya memberikan jawaban untuk mengurai masalah sosial dalam hal mengentaskan kemiskinan termasuk dampak lain atas beroperasinya perusahaan diwilayah ring-1 dan salah satu pintu masuk atau solusinya adalah rekruitmen tenaga kerja.
"Leluhur kami Babasal secara tersirat mengharapkan warisan tanah adat ini bisa di manfaatkan untuk kepentingan anak dan cucu babasalan", tegasnya.
Lanjut pemuda yang akrab disapa Ramli Bae bae yang juga menjabat Ketua Front Pemuda Babasalan Bersatu bahwa pihaknya meminta pemerintah dalam hal ini dinas tenaga kerja (Disnaker) bersama perusahaan harus serius dan cermat melihat dinamika tuntutan akan kebutuhan lapangan kerja tersebut, jangan sampai ini menjadi bom waktu bagi perusahaan PT. PANCA AMARAH UTAMA dalam menjalankan pengembangan proyeknya.
"Kami berharap dalam rekrutmen tenaker prioritaskan 70% masyarakat adat babasalan, silahkan sisahnya 25% di isi tenaga yang berasal dari wilayah lainnya", tandasnya.
Ditambahkannya pula bahwa dalam aturan sudah barang tentu perusahaan melihat dan memproritaskan masyarakat terdampak dan masyarakat adat. Tidak hanya rekruitmen tenaga kerja tapi di sektor program CSR harus di lakukan program yang sifatnya berkelanjutan agar efek perputaran ekonomi di masing - masing desa/kelurahan ring 1 meningkat dan berjalan baik.
"Buat program CSR jangan asalan yang penting diberikan CSR, sebab program CSR itu wajib bagi perusahaan yang mengelola sumber daya alam", tutupnya. (red)
Social Header