Breaking News

Aktivis HAM dan DPRD Sulteng Kecam Penangkapan Petani di Morowali Utara

Palu, Sulteng - Penangkapan paksa seorang petani sawit, Adhar Ompo alias Olong, di Desa Peleru, Kabupaten Morowali Utara, memantik kecaman dari Asosiasi untuk Transformasi Sosial (ANSOS) Sulawesi Tengah dan DPRD Sulteng.

Koordinator ANSOS, Noval A Saputra, menegaskan bahwa intimidasi dan represif yang dilakukan oleh aparat Kepolisian terhadap petani sawit menambah rentetan panjang cerita konflik agraria yang berujung kriminalisasi terhadap petani.

"Penangkapan petani di Morowali Utara semakin memperumit konflik agraria di wilayah tersebut," kata Noval.

Wakil Ketua I DPRD Sulteng, Aristan, juga mengatakan bahwa penangkapan petani semacam ini sama seperti praktik perkebunan di era kolonial yang mengabaikan hak keadilan.

"Pemerintah Sulawesi Tengah harus mengevaluasi dan meninjau kembali kasus-kasus kekerasan terhadap petani," katanya.

DPRD Sulteng akan memaksimalkan fungsi pengawasan dengan mendorong pihak-pihak terkait untuk menghentikan kriminalisasi di lapangan dan mendorong pembentukan Pansus. (HM)
© Copyright 2022 - MITRAPERS ONENEWS