Salakan - Kehadiran Pemimpin baru Kabupaten Banggai Kepulauan dalam hal ini Bupati RUSLY MOIDADY. ST dan SERFI KAMBEY. ST sebagai Wakil Bupati menjadi tumpuan harapan masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah.
Harapan ini tertuju pada cita-cita awal yakni membawa perubahan dan harapan baru buat semua masyarakat Bangkep tanpa terkecuali terlebih kepada pegiat lingkungan yang tergabung dalam Lingkar Masyarakat Peduli Lindungi Lingkungan Hidup Banggai Kepulauan.
Irvan Kahar, salah satu tokoh mahasiswa Bangkep di Gorontalo menyampaikan harapanya menyoroti soal isu pertambangan Batu Gamping
Saya berharap rencana Penambangan batu Gamping ini harus di sikapi dengan bijak oleh pemerintahan yang baru dibawah pimpinan Rusly Moidady - Servy Kambey (RM-SK) karna ini menyangkut hajat hidup orang banyak juga menyangkut rakyat Bangkep yang kemudian ketika pemerintah tidak bijak dalam melaksanakan program ini maka imbas buruk bisa menimpa masyrakat Bangkep baik dampak lingkungan hidup dan kekayaan alam pastinya.
"Semua harus sesuai dengan regulasi dan prosedur yang ada bukan terburu buru dengan mengikuti keinginan para investor atau Oligarki dalam menggerut kekayaan alam kita", ucap Irvan.
Abdul Hadi Ndingo selaku Tokoh Pemuda Desa Lelang Matamaling, menyampaikan harapannya kepada Bupati terpilih Rusly Moidady -Servy Kambey agar Bangkep bisa di optimalkan pengelolaan kekayaan alamnya dengan konsep yang ramah lingkungan dan berkelanjutan agar kita bisa mewariskan hal yang baik dan lingkungan yang kondusif kepada generasi selanjutnya.
"Lebih di perhatikan lagi nasib nelayan dan petani dalam hal kesejahteraan", tandas Hadi.
Gianto, seorang Tokoh Masyarakat Desa Toi-toi menyampaikan bahwa untuk tambang Batu Gamping dirinya (Gianto-red) berharap kepada pemerintah yang baru, harus lebih teliti dan berhati hati untuk mengambil sikap, apalagi tergesa gesa karena hasilnya tidak akan baik bahkan bisa berakibat rakyat Bangkep sengsara.
Masih hal yang sama, Esmun Tingakene selaku Penggiat Adat dan aktivis Lingkungan Hidup menyampaikan Harapannya, bahwa selaku pegiat lingkungan dan masyarakat adat Sea sea, mengharapkan pemimpin baru Rusly Moidadi -Servy Kambey sebaiknya kembali mempertimbangkan masalah gamping di bangkep karna selama 10 tahun Paguyuban Togong Tanga berjuang untuk lingkungan dan pariwisata di Bangkep bahkan sudah menghasilkan beberapa penghargaan tingkat nasional bahkan internasional, mulai pada tahun 2018 mendapatkan penghargaan Kalpataru dan pada Tahun 2023 Togong Tanga mengusulkan Kampung Proklim dengan capaian yang memuaskan dan desa desa yang di usulkan mendapat sertifikat dan tropi tertinggi yaitu Lestari, 1 Desa Utama dan yang lainnya Madya.
Di dalam desa-desa itu ada kawasan konservasi masyarakat perlindungan hewan endemik dan mata air, olehnya itu Esmun menuturkan kalau mau menambang Batu Gamping harus di pertimbangkan kembali dan di diskusikan bersama dengan para penggiat lingkungan di Bangkep termasuk mempertimbangkan perda tentang Perlindungan Karst.
Senada dengan Esmun, sumber inisial IDJ yang dikenal sebagai Budayawan dan Pemerhati lingkungan hidup menyampaikan Bentuk Geografis Bangkep sebagai daerah kepulauan dengan bentang karstnya yang mendominasi adalah anugerah tersendiri yang wajib disyukuri, Mengelola dengan arif dan bijaksana sumberdaya di Sektor Maritim, Pariwisata dan Pertanian sudah menjadi kesepakatan Final yang sudah di filter berulang-ulang dalam kurun waktu yang lama dan di tuangkan dalam RPJP dan beberapa Perda yang lahir pada pemerintah sebelumnya kita tidak bisa memajukan pertanian ketika tanah dan air telah rusak dan dikuasai Tambang. Menurut IDJ, mustahil Memajukan Sektor Perikanan pada pesisir yang tercemari dan kita pasti kesulitan menjual pariwisata ketika destinasi kita diwarnai lanscape terbuka dan gundul akibat tambang.
"Beberapa pemerhati lingkungan hidup Bangkep menantikan bukti komitmen Bupati dengan Takline PAULIPU (Anak Negeri) untuk menuntaskan persoalan Lingkungan dan tataruang dalam 100 hari kerja", tutupnya. (Red)
Social Header