Breaking News

Pasokan Air Bersih PDAM Tak Stabil, Pemda Diminta Turun Tangan Atasi Masalah Air Bersih di Kel. Benua benua, Kendari Barat

Kendari Barat, Sulawesi Tenggara - Warga  Kelurahan Benu benua, Kendari barat mengeluhkan air PDAM yang sistimnya bergiliran. Pasalnya, aliran air bersih yang menjadi tumpuan hidup warga tidak mengalir sesuai yang diharapkan alias macet berhati-hati.

Atas kondisi tersebut, terpaksa warga harus membeli air seharga Rp 50 ribu melalui kendaraan penjual air bersih yang menggunakan Tong air berkapasitas 1.200 liter.

Dari sejumlah sumber (warga-red) mengatakan kalau air mengalir paling lama 1 (satu) jam kemudian empat hari lagi baru mengalir. 

"Bagaimana mau hidup kalau begini sedangkan kebutuhan air bersih itu sangat penting", keluh warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga Kelurahan Benua benua sebut saja Gufran menyarankan agar sistim bergiliran yang harus di rubah, seharusnya dua hari sekali mengalir bukan empat atau lima hari sekali baru ngalir, Itu juga kalau mengalir paling lama hanya satu jam itupun kecil sekali hingga warga terpaksa mengunakan Dap penarik air dan itu berarti memaksa warga untuk mengadakan alat hisap yang tentunya menambah beban ekonomi warga.

"Kondisi distribusi air bersih di Kelurahan Benu-benua bukan saja baru terjadi tetapi sudah tahunan", tutur Gufran.

Lanjut Gufran, dalam setiap bulan warga harus membayar iuran air bersih sebesar Rp 78.000,00.

"Jika ada tungakan dalam sebulam maka sudah di kenakam sangsi denda", terang Gufran.

Masih hal yang sama, sebut saja Linda warga setempat mengeluhkan tidak lancarnya suplay air bersih dari PDAM sehingga memilih alternatif lain dalam memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan hidup sehari-hari.

"Kami sudah tidak lagi menggunakan air dari PDAM sebab bukan saja dua atau empat hari baru mengalir tetapi pada sistim penguliran yang tidak menentu. Jadi lebih baik saya beli lewat jasa penjualan air saja dengan harga dalam satu tong tower Rp 50 ribu", beber Linda.

Warga berharap pemerintah Daerah melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk memperhatikan kebutuhan akan air bersih diwilayahnya, minimal sistim pengguliran dan waktu mengalirkan air bisa tepat waktu. (Etriyanti/Korwil)
© Copyright 2022 - MITRAPERS ONENEWS