Banggai, Sulteng - Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar sosialisasi hasil kajian pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Kabupaten Tompotika di Desa Tanotu, Kecamatan Balantak, pada Rabu, 5 November 2025.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari tahapan menuju pemekaran wilayah yang diharapkan dapat meningkatkan pelayanan publik serta mempercepat pemerataan pembangunan di kawasan selatan Kabupaten Banggai.
Ketua Forum Pemekaran DOB Kabupaten Tompotika, Rensly Saajad, dalam paparannya menjelaskan bahwa proses administrasi pemekaran telah melalui perjalanan panjang dan kini hampir rampung.
“Alhamdulillah, administrasi sudah 99 persen selesai. Berkas sudah diserahkan ke Kementerian Dalam Negeri lengkap dengan rekomendasi DPRD dan Gubernur,” ujar Rensly.
Ia menambahkan, forum pemekaran telah memperoleh dukungan penuh dari tujuh kecamatan di wilayah calon DOB. Rensly juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus memberikan dukungan moral dan tenaga demi kelancaran perjuangan ini.
“Mari kita dukung forum, minimal dengan pikiran dan tenaga. Masih ada beberapa aspek dari hasil kajian yang perlu diperbaiki agar skor kelayakan DOB Tompotika bisa mencapai kategori baik sekali,” jelasnya.
Rensly mengungkapkan, dari 373 calon DOB yang sedang berproses di seluruh Indonesia, Tompotika diharapkan dapat menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat.
“Doakan kami agar sehat dan diberi kemudahan oleh Allah SWT dalam memperjuangkan pemekaran ini,” harapnya.
Sementara itu, Perencana Ahli Muda BRIDA Provinsi Sulawesi Tengah, Rohani, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa sejak periode 2021–2025, BRIDA telah melakukan kajian terhadap beberapa calon DOB di Sulawesi Tengah, di antaranya Batui Toili, Saluan, dan Tompotika.
“Dari hasil kajian tersebut, Tompotika termasuk salah satu yang sudah berlanjut hingga tahap pembahasan di Kementerian Dalam Negeri. Semangat forum dan masyarakat sangat luar biasa,” ungkap Rohani.
Ia menegaskan, BRIDA akan terus mendampingi proses pemekaran sesuai tugas dan fungsinya, terutama dalam upaya meningkatkan skor kelayakan agar DOB Tompotika dapat menjadi prioritas utama di tingkat nasional.
Dukungan juga datang dari kalangan legislatif. Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Sri Indraningsih Lalusu, S.Pd., M.Pd., menegaskan komitmennya untuk terus mengawal perjuangan pembentukan Kabupaten Tompotika.
“Perjuangan DOB Tompotika sudah berlangsung lama. Saya melihat semangat dan keinginan kuat dari masyarakat. Ini menjadi bentuk pengabdian saya di akhir masa tugas,” tegas Sri Indraningsih.
Ia optimistis bahwa jika Kabupaten Tompotika resmi terbentuk, daerah tersebut mampu mandiri dan berkembang pesat berkat potensi sumber daya alam serta dukungan masyarakatnya.
Sebagai peserta sosialisasi, Kepala Desa Sampaka, Munawir Kunjae, turut menyampaikan dukungan penuh terhadap perjuangan pembentukan Kabupaten Tompotika. Ia menilai pemekaran ini menjadi kebutuhan mendesak bagi wilayah selatan Banggai yang selama ini masih menghadapi tantangan dalam pelayanan publik.
“Kami di wilayah selatan sangat mendukung penuh. Dengan adanya Kabupaten Tompotika, pelayanan kepada masyarakat bisa lebih dekat dan cepat, serta pembangunan lebih merata,” ujar Munawir.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat tetap solid dan menjaga semangat kebersamaan agar perjuangan pembentukan DOB Tompotika dapat segera terwujud.
“Ini bukan sekadar cita-cita forum, tapi harapan masyarakat luas. Kami siap bersama memperjuangkannya,” tandasnya. (red)

Social Header