Tahuna, Sulawesi Utara - Setelah lebih dari setengah abad hidup jauh dari akar leluhurnya, Hermanius Burunaung akhirnya menapakkan kaki di tanah asal orang tuanya di Kepulauan Sangihe. Kunjungan perdana ini menjadi momen paling emosional dalam hidupnya, sekaligus perjalanan pulang yang ia sebut sebagai “takdir yang akhirnya menemukan jalannya.”
Hermanius lahir dan dibesarkan di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Masa kecilnya ia habiskan di Poposon, Kecamatan Nuhon, wilayah pemukiman yang berdampingan dengan hamparan perkebunan HGU kelapa dalam Tobelombang. Kini, ia berdomisili di Kecamatan Luwuk Timur, Banggai. Meski jauh dari tanah leluhur, cerita tentang Sangihe tak pernah benar-benar hilang dari hidupnya.
“Saya hanya mendengar cerita dari orang tua sejak kecil. Saya tidak pernah membayangkan bagaimana rasanya berada di Sangihe. Dan sekarang, di usia 53 tahun, saya akhirnya bisa melihat semuanya dengan mata kepala sendiri,” ujar Hermanius dengan suara bergetar.
Setibanya di Tahuna, suasana langsung berubah hangat. Kehadiran Hermanius—yang ternyata merupakan salah satu keturunan berdarah biru Sangihe lapis ketiga—membuat keluarga besar menyambutnya dengan penuh keharuan. Pelukan, sapaan, serta tawa yang pecah mengiringi setiap langkahnya saat memasuki lingkungan keluarga.
“Walaupun bahasa saya sudah tertati-tati, keluarga tetap menerima saya dengan penuh cinta. Itu yang membuat saya sangat bahagia,” ungkap Hermanius.
Ia kemudian berkeliling mengunjungi beberapa titik penting, termasuk Pelabuhan Tahuna, Kampung Lenganeng, hingga Kalaengbatu, untuk melihat langsung tanah yang selama ini hanya hadir dalam cerita. Setiap sudut kampung terasa memuat jejak sejarah yang menghubungkannya dengan leluhur.
Bagi Hermanius, perjalanan ini bukan sekadar silaturahmi. Ini adalah penggenapan rindu yang sudah menumpuk sejak ia dilahirkan. Sebuah pertemuan antara seorang anak dan akar budayanya.
Kunjungan perdana ini menjadi awal yang manis bagi Hermanius. Sebuah kepulangan yang datang lewat perjalanan panjang, penuh harapan, dan penuh cinta dari tanah yang akhirnya menyambutnya kembali. (rin)

Social Header