Kendari – Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara resmi membuka rangkaian 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (16 HAKTP) yang dipimpin langsung oleh Walikota Kendari, Dr. Hj. Siska Karina Imran, didampingi Ketua TP PKK Kota Kendari, Ibu Shintya Putri Anawula Sudirman.
Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan penuh antusias, dengan kehadiran sekitar 1.500 peserta dari berbagai unsur masyarakat, di antaranya PKK se-Kota Kendari, forum disabilitas, forum kelompok konstituen, LSM, ormas, Solidaritas Perempuan Kendari (SPK), Rumpun Perempuan Sultra (RPS), serta BEM dan mahasiswa.
Dalam sambutannya, Walikota Kendari menegaskan bahwa peringatan 16 HAKTP bukan hanya seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen pemerintah dan masyarakat dalam mencegah kekerasan, melindungi korban, dan memperjuangkan pemenuhan hak-hak perempuan.
“Perempuan adalah pilar penting dalam pembangunan. Tidak boleh ada satu pun perempuan yang menjadi korban kekerasan tanpa perlindungan dan pendampingan. Kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan hal ini,” tegas Siska Karina Imran.
Sementara itu, Ketua PKK Kota Kendari, Shintya Putri Anawula Sudirman, menambahkan bahwa PKK sebagai organisasi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat akan terus memperkuat edukasi dan kampanye mengenai perlindungan perempuan, keluarga, serta kelompok rentan lainnya.
Kegiatan ini juga menjadi wadah konsolidasi berbagai komunitas perempuan di Sulawesi Tenggara dalam mendorong kebijakan yang lebih responsif gender serta memperkuat jejaring pendampingan korban kekerasan.
Rangkaian 16 HAKTP di Kota Kendari selanjutnya akan diisi dengan berbagai agenda, seperti dialog publik, lokakarya, kampanye edukatif, konsultasi layanan, hingga aksi solidaritas yang melibatkan masyarakat luas. (Etriyanti/Kaperwil)

Social Header