Refleksi Akhir Tahun 2025 Polres Banggai : Penganiayaan, Pencurian dan Kejahatan Anak Masih Dominan, Narkoba dan Lakalantas Meningkat
Luwuk, Banggai, Sulteng - Kepolisian Resor (Polres) Banggai menggelar konferensi pers (Konpers) rilis akhir tahun 2025 sebagai bentuk transparansi kinerja selama satu tahun terakhir. Kegiatan tersebut berlangsung di Mapolsek Luwuk, Rabu (31/12/2025) sore.
Rilis akhir tahun dipimpin Wakapolres Banggai, Kompol Dr. Frangky Jefri Rey, didampingi Kabag Ops AKP. Muriyanto, Kasat Lantas AKP. Ade Irvan Rivai Kurnia, Kasat Reskrim AKP. Nur Arifin, Kasat Narkoba AKP. Hasanuddin Hamid serta Kasi Humas AKP. Saiman.
Dalam paparannya, Wakapolres mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, Polres Banggai mencatat 1.283 gangguan kamtibmas, meningkat dibanding tahun 2024 yang berjumlah 1.204 kejadian. Gangguan tersebut meliputi kejahatan konvensional, transnasional, kejahatan terhadap kekayaan negara, serta gangguan ketertiban umum.
“Total laporan polisi yang masuk selama 2025 sebanyak 1.195 kasus, dengan Polsek Toili menjadi jajaran dengan laporan terbanyak yakni 86 kasus,” ungkap Wakapolres.
Penganiayaan dan Pencurian Masih Mendominasi
Lebih lanjut, Kompol Frangky merinci jenis kejahatan yang paling menonjol sepanjang 2025, di antaranya penganiayaan sebanyak 173 kasus, pencurian 145 kasus, penipuan 95 kasus, penggelapan 85 kasus, pengeroyokan 59 kasus, KDRT 40 kasus, serta kejahatan perlindungan anak 37 kasus dan pencabulan atau persetubuhan anak 18 kasus.
“Kasus penganiayaan dan pencurian masih mendominasi. Begitu pula kejahatan terhadap anak yang angkanya cukup tinggi dan menjadi perhatian serius kami,” tegasnya.
Wakapolres menegaskan bahwa rilis akhir tahun ini merupakan bentuk keterbukaan Polres Banggai kepada publik terkait penanganan dan pengungkapan kasus selama 2025.
“Kami membuka seluruh data, baik kriminalitas, narkoba, lalu lintas, maupun tindak pidana menonjol lainnya. Kami juga mengharapkan masukan masyarakat sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan kinerja di tahun 2026,” ujarnya.
Pengungkapan Narkoba Meningkat, 1.074 Gram Sabu Disita
Pada kesempatan yang sama, Polres Banggai juga mencatat peningkatan signifikan pengungkapan kasus narkoba sepanjang 2025. Satresnarkoba berhasil mengungkap 93 kasus narkotika, naik dari 82 kasus pada 2024.
Jumlah tersangka yang diamankan sebanyak 105 orang, terdiri dari 91 pria dan 14 wanita. Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita barang bukti narkotika berupa sabu seberat 1.074,41 gram (958 sachet) serta obat berbahaya sebanyak 90.046 butir.
“Nilai ekonomi barang bukti yang diamankan diperkirakan mencapai Rp2,5 miliar dan berpotensi menyelamatkan sekitar 26 ribu jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkoba,” jelas Wakapolres.
Ia menegaskan bahwa capaian tersebut bukan sekadar angka statistik, melainkan bukti nyata komitmen Polres Banggai dalam melindungi generasi muda dan masyarakat dari bahaya narkotika.
“Hasil ini merupakan kerja keras seluruh personel Satnarkoba, serta dukungan dan kolaborasi masyarakat dan instansi terkait. Mari bersama-sama memberantas narkoba,” pungkasnya.
Lakalantas Naik 32,14 Persen, 48 Orang Meninggal Dunia
Selain kriminalitas dan narkoba, Polres Banggai juga memaparkan data kecelakaan lalu lintas sepanjang Januari hingga Desember 2025. Tercatat 74 kasus kecelakaan lalu lintas, meningkat 32,14 persen dibanding tahun 2024 yang berjumlah 56 kasus.
Akibat kecelakaan tersebut, 48 orang meninggal dunia, 24 orang luka berat, dan 61 orang luka ringan. Sementara kerugian materiil mencapai Rp427.500.000.
Untuk penyelesaian perkara laka lantas, Polres Banggai mencatat 3 kasus P21, 23 kasus SP3, 32 kasus diselesaikan melalui Restorative Justice, serta masing-masing 10 kasus masih lidik dan 2 kasus sidik.
Selain itu, sepanjang 2025 Satlantas Polres Banggai menindak 12.610 pelanggaran lalu lintas, terdiri dari 692 tilang dan 11.918 teguran, dengan total denda tilang sebesar Rp60.179.000. Barang bukti tilang meliputi 291 STNK, 309 SIM, dan 92 unit kendaraan.
Wakapolres menambahkan, berbagai upaya pencegahan terus dilakukan, salah satunya melalui program Police Goes To School, guna menekan angka pelanggaran dan fatalitas kecelakaan lalu lintas.
“Kami akan terus meningkatkan edukasi, kesadaran berlalu lintas serta penegakan hukum yang tegas demi keselamatan masyarakat,” tutupnya. (red)

Social Header