Pagimana, Banggai, mitrapers.onenews.co.id – Kehadiran sejumlah perusahaan tambang nikel di Desa Siuna, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, disebut membawa dampak signifikan terhadap peningkatan perekonomian masyarakat setempat.
Perubahan tersebut dirasakan langsung oleh warga jika dibandingkan dengan kondisi sebelum dan setelah aktivitas pertambangan beroperasi. Berdasarkan penuturan warga, geliat ekonomi di desa itu meningkat seiring terserapnya tenaga kerja lokal dan meningkatnya perputaran uang di tingkat desa.
Desa Siuna yang dihuni sekitar 500 kepala keluarga (KK) dan tersebar di empat dusun, kini menunjukkan perubahan yang cukup mencolok. Ratusan warga setempat diketahui bekerja di perusahaan-perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah tersebut, sehingga memberikan kontribusi langsung terhadap pendapatan keluarga.
Menanggapi isu-isu negatif yang belakangan beredar terkait aktivitas pertambangan, warga Desa Siuna menilai informasi tersebut tidak didukung data yang valid. Mereka menegaskan bahwa penilaian seharusnya dilakukan secara objektif dengan melihat kondisi riil di lapangan, termasuk perubahan fisik dan pembangunan infrastruktur di desa.
“Dulu jarang terlihat warga membangun rumah atau usaha. Sekarang, hampir di setiap dusun terlihat pembangunan,” ungkap salah satu warga setempat.
Hingga saat ini, tercatat sekitar enam perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Desa Siuna, di antaranya PT ABM, PT Prima Dharma Karsa, PT Penta Dharma Karsa, serta beberapa perusahaan lainnya.
Selain penyerapan tenaga kerja, kontribusi perusahaan juga diwujudkan melalui berbagai bantuan kepada desa yang nilainya mencapai miliaran rupiah. Terbaru, PT ABM menyerahkan bantuan satu unit ambulans untuk menunjang layanan kesehatan masyarakat Desa Siuna.
Perhatian perusahaan juga menyasar pembangunan infrastruktur jalan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah, baik kabupaten maupun provinsi. Sejumlah ruas jalan seperti Siuna–Baya dan Siuna–Poh turut mendapat perhatian dalam rangka menunjang aktivitas dan mobilitas warga.
"Kontribusi perusahaan dalam perbaikan jalan baik kabupaten maupun propinsi secara tidak langsung daerah mampu menghemat anggaran APBD walau hanya dalam hitungan sederhana, semisal penimpunan ruas Baya-Siuna sepanjang 2 Km, tentu daerahengehmat sekitar satu sampai dua milliar rupiah begitupun penimbunan ruas jalan propinsi, terjadi penghematan anggaran APBD Propinsi. Ini semua bagian dari dampak positif dari aktivitas tambang yang ada", tutur warga yang juga selaku BPD di Desa Siuna.
Dampak positif bahkan tidak hanya menyasar warga Desa Siuna tapi juga kepada warga Desa lingkar tambang lainnya termasuk Kecamatan Pagimana khususnya dan Kabupaten Banggai pada umumnya.
"Dampak ekonominya bukan hanya Siuna tapi Desa lain dilingkar tambang Siuna, khususnya kecamatan Pagimana dan sekitarnya serta Kabupaten Banggai pada Umumnya", pungkasnya.
Terkait dampak lingkungan, khususnya pada ruas jalan Siuna–Tikupon di sekitar jalur koridor tambang, warga mengakui kondisi jalan kerap becek saat musim hujan. Meski demikian, secara umum masyarakat menilai manfaat ekonomi yang dirasakan jauh lebih besar.
Secara keseluruhan, aktivitas pertambangan nikel dinilai telah meningkatkan taraf perekonomian warga Desa Siuna.
"Meski tidak semua warga terlibat langsung sebagai karyawan perusahaan akibat keterbatasan keterampilan tertentu, sebagian lainnya tetap memiliki aktivitas ekonomi produktif di luar sektor pertambangan", tutupnya.
Melalui media ini, ia berharap (warga-red) berharap Isyu yang dihembuskan tidak hanya memberi kesan negatif semata atau karena ada agenda tertentu tanpa melihat kondisi rill yang ada, karena membangun Desa khususnya dan Daerah pada umumnya dibutuhkan gerak bersama yang konsisten dan berkelanjutan. (red)

Social Header