Breaking News

Dedikasi Tanpa Batas : Peran Om Simbil dalam Pengembangan Wisata Berbasis Budaya di Bangkep

Bangkep, Sulteng - Dedikasi terhadap pengembangan pariwisata berbasis budaya dan kearifan lokal di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) terus ditunjukkan oleh Irwanto Diasa, yang akrab disapa Om Simbil. Pegiat wisata lokal ini dikenal konsisten terlibat langsung dalam berbagai inisiatif pengembangan destinasi wisata, khususnya yang dikelola secara partisipatif bersama masyarakat.

Sejumlah dokumentasi memperlihatkan Om Simbil terjun langsung dalam proses perencanaan hingga pengerjaan fisik fasilitas wisata Danau Alani. Bahkan, demi memastikan pengerjaan sesuai target waktu, ia rela bermalam di kawasan hutan lembur bersama warga. Kegiatan tersebut dilakukan secara swadaya, melibatkan masyarakat setempat, mahasiswa serta mendapat dukungan dari pemerintah desa.

Keterlibatan Om Simbil dalam pengembangan pariwisata Bangkep bukan hal baru. Salah satu contohnya, pada 2023, ia berperan aktif menginisiasi, mendesain dan mengerjakan pembangunan kawasan wisata Danau Alani yang digagas sebagai destinasi berbasis alam, gotong royong dan pelestarian lingkungan.

Tak hanya fokus pada wisata alam, konsistensi Om Simbil juga terlihat dalam pengembangan adat dan kebudayaan sebagai penunjang pariwisata budaya. Saat dipercaya menjadi Kepala Bas, ia menginisiasi pembangunan sebuah stand sederhana yang kemudian berkembang menjadi ruang paling konsisten dalam pendampingan kegiatan adat dan kebudayaan.

Stand tersebut berfungsi sebagai ruang aktivitas seni, budaya dan edukasi yang terus hidup hingga kini. Kehadirannya menjadi simbol keseriusan dalam mengaitkan nilai-nilai kearifan lokal dengan pengembangan sektor pariwisata di Banggai Kepulauan.

Selain itu, Om Simbil juga aktif terlibat dalam berbagai kegiatan seni dan budaya lainnya, seperti pelatihan bahasa Sea-Sea serta sejumlah agenda kebudayaan lokal. Aktivitas tersebut bertujuan memperkuat identitas budaya masyarakat sekaligus mendukung pengembangan kepariwisataan daerah.

Menariknya, seluruh keterlibatan Om Simbil dilakukan tanpa ikatan kontrak kerja maupun nota kesepahaman (MoU). Meski demikian, ia tetap konsisten hadir dan berkontribusi, seolah dunia seni, budaya dan pariwisata telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan hidupnya.

Danau Alani sendiri dikembangkan dengan konsep sederhana dan ramah lingkungan. Fasilitas penunjang dibangun secara bertahap tanpa mengubah karakter alami kawasan. Pemerintah desa dan masyarakat setempat berperan aktif dalam menjaga serta memastikan keberlanjutan destinasi tersebut.

Kolaborasi antara pegiat wisata, masyarakat, mahasiswa, dan pemerintah desa ini diharapkan mampu menjadikan Danau Alani serta pengembangan pariwisata budaya di Banggai Kepulauan, sebagai model pengelolaan wisata berbasis gotong royong dan kearifan lokal.

Upaya yang dilakukan Om Simbil menjadi contoh bahwa pengembangan pariwisata tidak selalu bergantung pada anggaran besar, melainkan dapat dimulai dari kepedulian, konsistensi dan kerja nyata di lapangan. (red)
© Copyright 2022 - MITRAPERS ONENEWS