Breaking News

Diduga Jadi Ajang Pungli, Buku Kesehatan Lansia di Longkoga Timur Jadi Sorotan

Bualemo, Banggai - Buku kesehatan lanjut usia (Lansia) serta buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang seharusnya dibagikan secara gratis oleh pemerintah melalui puskesmas, diduga diperjualbelikan oleh oknum kader Posyandu di Desa Longkoga Timur, Kecamatan Bualemo, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Informasi tersebut disampaikan salah seorang tokoh masyarakat Desa Longkoga Timur kepada media ini, Senin (26/1/2026). Ia menyebutkan, praktik penjualan buku kesehatan itu sudah meresahkan warga karena dilakukan pada setiap pertemuan maupun kunjungan kader.

“Buku kesehatan lansia dan KIA itu dari pemerintah dan dibagikan gratis lewat puskesmas. Tapi faktanya di lapangan, buku itu malah diperjualbelikan oleh oknum kader Posyandu,” ujar tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya.

Menurutnya, warga lansia yang ingin memperoleh buku tersebut harus mengeluarkan uang dengan nominal yang bervariasi, mulai dari Rp10.000 hingga Rp30.000.

Tokoh masyarakat itu juga menyampaikan keluhan sejumlah warga, salah satunya Hasbi Tuamato, yang mengaku harus membayar untuk mendapatkan buku kesehatan lansia.

“Ada yang bayar Rp10.000, ada Rp20.000, bahkan sampai Rp30.000. Ini jelas memberatkan dan tidak sesuai dengan tujuan program pemerintah,” ungkapnya.

Mirisnya, ketika salah seorang lansia mempertanyakan alasan pembayaran tersebut, oknum kader disebut berdalih bahwa uang itu digunakan untuk membeli air mineral.

Namun beberapa jam kemudian, oknum kader tersebut mendatangi rumah warga dan mengembalikan uang yang telah dibayarkan. Pengembalian itu diduga dilakukan karena khawatir persoalan tersebut menjadi masalah lebih besar.

Di tempat terpisah, tokoh masyarakat lainnya turut menyayangkan dugaan pungutan liar (pungli) tersebut. Ia menilai, apabila hal seperti ini dibiarkan tanpa tindakan, maka akan mencederai kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di desa.

“Kami sangat menyayangkan aksi pungli ini tidak ada tindakan dari instansi terkait. Hancur negara kalau di desa saja ada pungli yang sengaja dibiarkan,” keluhnya.

Menanggapi informasi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, Hj. Nurmasita Datu Adam, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, hanya menyampaikan ucapan terima kasih atas informasi yang diberikan.

“Terima kasih infonya,” balasnya singkat.

Hj. Nurmasita juga menyebutkan bahwa pengadaan buku kesehatan tersebut sudah tidak lagi dilakukan.
Menurutnya, pengadaan terakhir berakhir pada tahun 2023 dengan jumlah sekitar 100 buku.

“Sudah tidak ada lagi pengadaan buku kesehatan tersebut. Pengadaan berakhir pada tahun 2023 sebanyak 100. Jangan-jangan memang ada oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penggandaan buku tersebut,” ucapnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan dari Pemerintah Desa setempat mengenai langkah tindak lanjut terhadap dugaan penjualan buku kesehatan lansia tersebut. (RB)
© Copyright 2022 - MITRAPERS ONENEWS