Bangkep, Sulteng – Beredar kabar seorang oknum pemimpin di Desa Tomboniki, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah, diduga melontarkan ucapan tidak pantas dengan menyebut kata “setan” terhadap pihak yang melaporkan kepala desa serta warga yang mengurus sejumlah urusan desa.
Peristiwa tersebut disebut terjadi di dalam masjid, sesaat setelah pelaksanaan salat Jumat, Jumat (2/1/2026). Ucapan itu diduga terdengar oleh hampir seluruh jamaah yang hadir dalam ibadah tersebut.
Salah seorang warga Desa Tomboniki yang enggan disebutkan identitasnya, mengaku terkejut dan merasa prihatin setelah mendengar kabar tersebut. Menurutnya, bila benar pernyataan itu disampaikan, maka hal tersebut dinilai tidak mencerminkan ketokohan dan etika seorang pemimpin di tengah masyarakat.
“Ucapan seperti itu sangat tidak pantas disampaikan oleh seorang pemimpin. Apalagi diucapkan di ruang publik, terlebih di dalam rumah ibadah, tanpa didasari alasan yang jelas,” ujar Sumber pada media ini, Sabtu (3/1/2026)
Sumber mengungkapkan bahwa informasi tersebut ia peroleh dari warga yang hadir langsung dan menjadi jamaah salat Jumat saat kejadian berlangsung.
“Saya dikabari bahwa setelah salat Jumat, oknum pemimpin desa menyampaikan pidato di masjid dan menyebut orang yang melaporkan kepala desa serta yang mengurus urusan desa sebagai ‘setan’. Hampir semua jamaah menjadi saksi atas pernyataan tersebut,” ungkapnya dengan nada heran.
Menurut PT, pernyataan tersebut kini telah menjadi perbincangan di tengah masyarakat dan berpotensi menimbulkan kegaduhan sosial serta merusak keharmonisan warga desa.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi maupun klarifikasi dari oknum pemimpin di Desa Tomboniki terkait kebenaran dan maksud dari dugaan pernyataan tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.
Masyarakat berharap agar persoalan ini dapat segera dijelaskan secara terbuka, serta tidak menjadi kebiasaan dari figur yang seharusnya menjadi teladan. Warga juga mengingatkan pentingnya menjaga tutur kata dan sikap, khususnya saat berada di lingkungan rumah ibadah.

Social Header