Jakarta - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menegaskan pentingnya akurasi data dalam penyaluran bantuan sosial (bansos). Dalam audiensi dengan Gubernur Kalimantan Selatan, seluruh Kepala Dinas Sosial se-Kalsel, serta Bupati Ciamis, Gus Ipul meminta kepala daerah berperan aktif memutakhirkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) secara berkala setiap tiga bulan.
Menurutnya, data yang tepat menjadi kunci agar bantuan dan program pemberdayaan dapat tersalurkan dengan tepat sasaran.
Di hari yang sama, Gus Ipul juga menerima audiensi dari Bupati Ciamis dan Bupati Aceh Barat di kantor Kementerian Sosial, bertempat di Selalu Ada Kopi. Pertemuan ini menjadi momen koordinasi langsung antara pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan implementasi program sosial berjalan efektif.
Proses pemutakhiran data melibatkan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Dinas Sosial, kelurahan/desa, serta petugas Badan Pusat Statistik (BPS) di masing-masing daerah.
Data yang terkumpul kemudian dikompilasi dan harus ditandatangani oleh kepala daerah sebelum diterbitkan oleh BPS setiap tanggal 20 sebagai pedoman penyaluran bansos.
Gus Ipul menekankan bahwa kepala daerah juga dapat memastikan kesesuaian data dengan kondisi nyata di lapangan sebelum data resmi ditetapkan. Hal ini penting untuk menghindari kesalahan penyaluran dan memastikan bantuan sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Kita harus menjadikan data sebagai dasar yang kuat untuk kebijakan sosial. Dengan data akurat, program bansos dan pemberdayaan masyarakat dapat tepat sasaran,” tegas Gus Ipul.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah pusat, daerah dan petugas di lapangan menjadi kunci keberhasilan pemutakhiran data secara berkelanjutan. +*)

Social Header