Luwuk, Banggai - Gangguan pasokan air bersih di RSUD Luwuk menuai keluhan dari pasien dan pengunjung pasien di RSUD Luwuk.
Keluhan tersebut disampaikan oleh salah seorang pengunjung pasien yang mengaku telah berada di RSUD Luwuk selama beberapah hari. Ia mengeluhkan tidak mengalirnya air pada kran di area tempat wudhu, sehingga menyulitkannya saat hendak menunaikan ibadah salat.
“Mohon izin menyampaikan, sudah sekitar tiga hari saya berada di rumah sakit ini dan ketika hendak salat tidak tersedia air untuk berwudhu. Mohon kiranya dapat diinformasikan kendalanya,” ujar sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan pada Senin (26/1/2026).
Menanggapi laporan yang diterima sekitar jam 17.00 wita tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumdam Banggai, Drs. Damri Dayanun, M.Si segera mengambil langkah cepat dengan menginstruksikan jajarannya untuk melakukan pengecekan di lapangan pada hari itu juga.
Dari hasil pemantauan petugas lapangan yang diterimanya pada jam 20.00 WITA, diketahui bahwa air sebenarnya masuk ke bak penampungan RSUD, namun volumenya belum mencukupi kebutuhan.
“Debit air dari sumber di atas menurun, disebabkan adanya penurunan debit air akibat musim kemarau belakangan ini sehingga volume air yang masuk ke bak penampungan rumah sakit tidak sebanding dengan kebutuhan,” jelas Damri.
Sebagai langkah penanganan sementara, Perumdam Banggai menurunkan mobil tangki untuk membantu pengisian bak penampungan air di RSUD Luwuk.
Upaya ini dilakukan guna menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan serta kebutuhan dasar pasien dan pengunjung rumah sakit.
Sementara itu, Plt. Direktur RSUD Luwuk, dr. Budi, membenarkan bahwa kendala utama yang dihadapi pihak rumah sakit memang berasal dari menurunnya pasokan air PDAM dalam beberapa waktu terakhir.
“Iya, debit air dari PDAM memang berkurang. Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak PDAM,” ujarnya.
Menurut Budi, kondisi tersebut telah dirasakan selama kurang lebih dua hingga tiga minggu terakhir. Ia menyebutkan, pada siang hari debit air cenderung lebih kecil, sehingga volume air yang masuk ke rumah sakit tidak sebanding dengan kebutuhan operasional.
“Volume air yang masuk tidak sebanding dengan kebutuhan di rumah sakit, terutama pada siang hari,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pihak RSUD juga telah melakukan langkah antisipatif dengan mengupayakan pengisian air menggunakan mobil tangki.
dr. Budi menyampaikan apresiasi atas respons cepat Perumdam Banggai dalam membantu mengatasi kendala tersebut.
“Alhamdulillah, terima kasih atas bantuan dan koordinasi dari PDAM,” ucapnya.
Pihak Perumdam Banggai dan manajemen RSUD Luwuk memastikan akan terus melakukan koordinasi dan pemantauan, mengingat rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan publik vital yang membutuhkan ketersediaan air bersih secara berkelanjutan.
Hingga berita ini diterbitkan, upaya penanganan dan pemantauan di lapangan oleh pihak Perumdam Banggai masih terus dilakukan. (rin)

Social Header