Bualemo, Banggai – Pekerjaan pemasangan tegel lantai pada salah satu bangunan sekolah di wilayah Kecamatan Bualemo, Kabupaten Banggai, diduga dikerjakan secara asal-asalan. Dugaan tersebut mencuat berdasarkan hasil pantauan langsung awak media di lokasi pada Selasa, 31 Desember 2025.
Dari hasil pengamatan di dalam ruang kelas yang tengah direhabilitasi, ditemukan bahwa pemasangan tegel baru dilakukan tanpa terlebih dahulu membongkar tegel lama. Nampak jelas tegel lama masih terpasang, kemudian hanya ditaburi campuran perekat atau adukan semen, sebelum akhirnya tegel baru ditempatkan di atasnya.
Kondisi tersebut dinilai tidak sesuai dengan praktik pekerjaan konstruksi yang lazim, karena permukaan lantai dasar seharusnya dibersihkan dan dipersiapkan secara menyeluruh agar daya rekat maksimal.
Situasi ini dikhawatirkan dapat mempengaruhi kualitas akhir pekerjaan, terutama ketahanan dan kekuatan tegel lantai dalam jangka panjang.
Padahal, berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di halaman sekolah, pekerjaan ini merupakan kegiatan Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Kelas Sekolah Dasar SD Inpres Trans Sampaka, Kecamatan Bualemo yang berada di bawah pengelolaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai.
Dari papan proyek diketahui bahwa proyek tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp 299.500.000 yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2025, dengan waktu pelaksanaan selama 63 hari kalender. Pelaksana kegiatan tercatat CV Farid Indah Sejati, dengan CV Beta Metrik Konsultant sebagai konsultan pengawas.
Dengan nilai anggaran yang relatif besar, masyarakat berharap pelaksanaan pekerjaan dilakukan sesuai spesifikasi teknis dan standar mutu konstruksi.
Pasalnya, jika pemasangan tegel tidak dilakukan melalui tahapan yang benar, hasil pekerjaan berpotensi tidak bertahan lama dan dapat membahayakan kenyamanan serta keselamatan pengguna ruang kelas.
Masih dihari yang sama, Kepala Sekolah saat ditanya awak media menyampaikan bahwa pekerjaan terkesan lambat dan pihaknya (Kepsek-red) meminta pelaksana agar segera menyelesaikan pekerjaan mengingat akan dipakai untuk kegiatan belajar mengajar tanpa menjelaskan alasan mengapa tegel lama tidak di bongkar sebelum dipasang tegel yang baru.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi atas temuan tersebut. Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan guna memperoleh penjelasan terkait metode kerja dan pengawasan proyek dimaksud. (red/tim)

Social Header