Kendari, Sultra - Seorang pelajar SMP Negeri 2 Kendari, lelaki (RPJ), diduga menjadi korban penganiayaan oleh orang tak dikenal saat pulang sekolah, Kamis 15 Januari 2027, sekitar pukul 13.00 WITA, di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Peristiwa tersebut diduga terjadi ketika korban berjalan kaki menuju rumahnya. Berdasarkan keterangan korban kepada keluarga, kejadian berlangsung di depan SDN 234 Sodohoa, Kecamatan Kendari Barat. Saat itu, korban dihampiri tiga orang tak dikenal (OTK) yang berboncengan menggunakan sepeda motor.
Menurut pengakuan korban, para OTK tersebut diduga meminta uang. Karena korban menyampaikan tidak memiliki uang, korban kemudian diduga mengalami tindakan kekerasan berupa pemukulan.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka bengkak di bagian wajah, mulut mengeluarkan darah, serta luka gores pada bagian samping bibir. Korban pulang ke rumah dalam keadaan menangis dan melaporkan kejadian itu kepada orang tuanya.
Dugaan penganiayaan tersebut disebut terhenti setelah sejumlah warga yang melintas melihat kejadian dan berteriak, sehingga para terduga pelaku meninggalkan lokasi.
Orang tua korban, Vivi Vernia Mustapa, mengatakan pihak keluarga telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Kota Kendari pada 15 Januari 2027, dan laporan tersebut telah diterima secara resmi oleh pihak kepolisian.
“Kami sebagai keluarga korban meminta agar pelaku diproses dan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku, karena korban masih anak di bawah umur dan mengalami luka fisik,” ujar Vivi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait perkembangan penanganan kasus tersebut. Media ini masih berupaya memperoleh konfirmasi lebih lanjut dari pihak berwenang.
Kasus ini menjadi perhatian publik, khususnya terkait perlindungan anak dan keamanan pelajar di ruang publik, serta pentingnya penegakan hukum terhadap dugaan tindak kekerasan yang menimpa anak. (Kordiv)

Social Header