Bangkep, Sulteng – Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan merespons cepat video viral yang menampilkan keluhan siswa SDN Inpres Labotankandi terkait belum sampainya layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah mereka.
Menindaklanjuti hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Bangkep Muh. Aris Susanto bersama jajaran melakukan kunjungan langsung ke Desa Labotankandi, Senin (26/1/2026).
Sekda Muh. Aris menegaskan bahwa SDN Inpres Labotankandi sebenarnya telah masuk dalam usulan program MBG sebelum video tersebut viral. Namun, dengan adanya perhatian publik, pemerintah daerah berkomitmen untuk mempercepat realisasi program tersebut.
“Sebelum video ini viral, sekolah ini sudah masuk dalam usulan MBG. Dengan adanya video yang beredar luas, tentu ini menjadi perhatian bersama dan kami akan berupaya mempercepat pelaksanaannya,” ujar Muh. Aris di hadapan siswa, guru, serta pemerintah desa.
Ia menambahkan, Pemda Bangkep berkomitmen agar program MBG menjangkau sekolah-sekolah di wilayah pegunungan dan terpencil. Menurutnya, saat ini pemerintah tengah menyiapkan dua alternatif solusi, yakni dapur satelit atau dapur 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).
“Kami ingin memastikan MBG bisa dirasakan oleh semua anak, termasuk yang berada di daerah pegunungan. Ada dua skema yang sedang kami upayakan, dapur satelit atau dapur 3T,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sekda menyebutkan bahwa program MBG bukan hanya soal pemenuhan gizi, tetapi juga berdampak pada peningkatan partisipasi pendidikan.
“MBG ini juga diharapkan dapat memotivasi anak-anak yang belum bersekolah agar mau kembali bersekolah,” tambahnya.
Dalam kunjungan tersebut, pihak sekolah melalui perwakilan guru Desni Mansa menyampaikan sejumlah aspirasi dan kebutuhan sekolah kepada pemerintah daerah. Ia mengungkapkan keterbatasan sarana prasarana yang masih dihadapi SDN Inpres Labotankandi.
“Kami mengusulkan adanya pagar sekolah dan penambahan rumah dinas guru. Saat ini hanya ada satu rumah dinas yang ditempati tiga orang guru, sementara sebagian guru berasal dari luar desa,” ungkap Desni Mansa.
Selain itu, pihak sekolah juga mengusulkan perbaikan akses jalan menuju desa, serta penambahan guru PJOK dan tenaga kependidikan guna menunjang proses belajar mengajar agar berjalan lebih optimal.
Kunjungan Sekda tersebut turut dihadiri Erick Alfa selaku Koordinator Wilayah MBG Bangkep, Tommy B. Luasusun (Asisten III), Sanudin (Kabid Ekonomi), serta unsur pemerintah desa, BPD, Sekdes, dan Kepala Desa Labotankandi.
Sekda menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan akan menjadi perhatian pemerintah daerah dan akan ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan dan kemampuan anggaran, sebagai bagian dari upaya pemerataan layanan pendidikan dan pemenuhan gizi anak di Kabupaten Banggai Kepulauan. (Jnr)

Social Header