Breaking News

Petani dan Nelayan Bukan Sekadar Angka, Ini Ikhtiar KTNA Banggai

Banggai, Sulteng - Di tengah hamparan sumber daya alam yang melimpah, kondisi sosial ekonomi masyarakat Banggai masih menjadi refleksi bersama bahwa kesejahteraan rakyat belum sepenuhnya sepadan dengan kekayaan alam yang dimiliki.

Realitas tersebut mendorong perlunya perubahan cara berpikir dan bertindak agar pembangunan ekonomi benar-benar berpihak pada rakyat yang hidup dan berpijak di atas tanahnya sendiri.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Banggai Irwanto Kulap, SP (20/1/2026) menegaskan bahwa upaya memutus rantai kemiskinan harus dilakukan melalui harmonisasi dan kolaborasi lintas sektor, dengan menempatkan petani dan nelayan sebagai subjek utama pembangunan, bukan sekadar objek penerima bantuan.

Menurutnya, di tanah Banggai yang kaya akan alam, kehidupan rakyat adalah cermin dari cara menjaga titipan leluhur. Sumber daya alam bukan sekadar warisan, tetapi amanah yang harus dikelola dengan rasa, hati dan kebersamaan agar memberi manfaat berkelanjutan bagi generasi hari ini dan mendatang.

Ketua KTNA Banggai juga menegaskan komitmennya untuk terus hadir membawa solusi nyata bagi petani dan nelayan dengan membangun kolaborasi yang kuat bersama DPRD serta Pemerintah Daerah. 

Sinergi tersebut dinilai penting untuk memastikan setiap kebijakan dan program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan riil di lapangan.

Sebagai Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Banggai, ia menekankan bahwa lembaga legislatif memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk menghadirkan kebijakan yang berpihak pada penguatan ekonomi rakyat, khususnya di sektor pertanian, perikanan, dan pengembangan UMKM berbasis lokal.

Sejalan dengan program Smart Farming yang dicanangkan Bupati dan Wakil Bupati Banggai, Ketua KTNA menyatakan optimismenya bahwa program kerja KTNA akan berjalan selaras dan efektif sesuai dengan harapan petani, nelayan serta pelaku UMKM di Kabupaten Banggai. Pendekatan berbasis inovasi dan pemanfaatan teknologi diyakini mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi dan daya saing usaha rakyat.

Ia menegaskan bahwa kemiskinan bukanlah takdir, melainkan beban sosial yang harus dipikul dan diselesaikan secara bersama-sama melalui kerja kolektif antara pemerintah, DPRD, organisasi masyarakat dan komunitas lokal.

Dalam konteks tersebut, inovasi sosial dipandang sebagai kunci untuk memecah belenggu kemiskinan, tidak hanya melalui teknologi, tetapi juga melalui penguatan kelembagaan rakyat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Dengan semangat tanpa batas dalam mewujudkan kesejahteraan, KTNA Banggai menegaskan komitmennya untuk terus bergerak sebagai bagian dari solusi atas persoalan ekonomi kerakyatan.

“KTNA adalah kapal besar yang terus bergerak. Dengan kolaborasi, kearifan lokal dan inovasi sosial, kami percaya kesejahteraan rakyat Banggai bukan sekadar harapan, tetapi tujuan yang dapat dicapai bersama,” pungkasnya. (rin)

Narahubung : Michael Tendean, SP
© Copyright 2022 - MITRAPERS ONENEWS