Bangkep, Sulteng – Ratusan pelayat menghadiri pemakaman Sepdin Ndekano, seorang guru ASN di SDN Kayubet, yang wafat pada Minggu malam, 4 Januari 2026, pukul 21.30 WITA di rumah keluarga duka setelah berjuang melawan penyakit infeksi paru-paru.
Pemakaman berlangsung pada Senin, 5 Januari 2026, mulai pukul 13.00 hingga 16.00 WITA di Desa Tunggaling, Kecamatan Peling Tengah, Kabupaten Banggai Kepulauan.
Ibadah pemakaman dipimpin Pdt. Tuni Keaman, S.Pd.K., dengan prosesi penghormatan terakhir yang dijalankan oleh keluarga, rekan guru dan aparat pemerintah.
Hadir dalam prosesi keluarga besar Ndekano dari Desa Tolon, Kecamatan Bulagi, dan Desa Bangunemo, Kecamatan Bulagi Utara. Rekan-rekan sejawat almarhum dari SDN Kayubet, staf Kecamatan Peling Tengah, serta seluruh anggota PGRI Peling Tengah juga memberikan penghormatan melalui upacara resmi.
Sepdin Ndekano lahir di Montomisan pada 30 September 1971. Almarhum meninggalkan seorang istri, Esni Sadia, dan tiga anak, yakni Fredy Eduar Tanto Ndekano (31 tahun), Irvan Ndekano (28 tahun), dan Andika S. Ndekano (19 tahun).
Keluarga sedang dalam kondisi stabil dan telah menginformasikan berita duka ini kepada satuan tempat anak bungsu almarhum, Andika, sedang menempuh pendidikan di Pusdik Hub AD, Bandung, Jawa Barat.
Kehadiran ratusan pelayat dari berbagai kalangan, baik keluarga, rekan guru, maupun aparat pemerintah daerah, mencerminkan rasa duka yang mendalam sekaligus penghargaan terhadap dedikasi almarhum selama mengabdi di dunia pendidikan. (Jnr)

Social Header