Breaking News

Serap Aspirasi Petani, Irwanto Kulap Sambangi Pengepul Kelapa

Banggai, Sulteng - Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Banggai, Irwanto Kulap, SP, terus mendorong peningkatan pemanfaatan komoditas kelapa melalui edukasi proses produksi hingga pemasaran hasil turunan bernilai ekonomi tinggi.
Upaya tersebut dinilai penting di tengah dinamika harga kelapa yang belakangan menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah warga di media sosial menyoroti fluktuasi harga kelapa panjat yang sebelumnya mencapai Rp3.800 per butir, namun kini harga menurun bahkan bervariasi dan berada di kisaran Rp2.300 bahkan ditempat lain dilaporkan turun hingga Rp1.800.

Dalam rangka melihat langsung rantai pemasaran kelapa, Irwanto Kulap, SP menyambangi salah satu pengepul kelapa milik warga di Kecamatan Nuhon. 

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran faktual mengenai aktivitas pengolahan awal kelapa serta dampaknya terhadap pendapatan pekerja lokal.

Di lokasi pengepulan, Irwanto Kulap berdialog dengan para pekerja. Salah seorang pekerja yang ditemui, Om Hutu, menjelaskan bahwa upah mengupas kelapa dibayarkan sebesar Rp200 per biji. Dengan kemampuan mengupas sekitar 1.000 biji kelapa per hari, ia mengaku mampu memperoleh pendapatan hingga Rp200.000 per hari.

Usai proses pengupasan dan pembersihan, kelapa kemudian diangkut menggunakan truk menuju eksportir di Kota Palu. Dari sana, komoditas kelapa asal Banggai tersebut diekspor ke luar negeri, salah satunya ke China.

Irwanto Kulap menilai kondisi ini menunjukkan bahwa kelapa Banggai memiliki pasar yang luas, namun masih didominasi penjualan dalam bentuk bahan mentah. Karena itu, KTNA Banggai mendorong agar petani dan pelaku usaha lokal mulai mengembangkan hilirisasi komoditas kelapa, sehingga nilai tambah ekonomi dapat dinikmati lebih besar oleh masyarakat daerah.

Selain sebagai Ketua KTNA Banggai, Irwanto Kulap juga merupakan Anggota Legislatif (Aleg) DPRD Kabupaten Banggai sekaligus Ketua Komisi II dari Fraksi Partai Golkar. Dalam kapasitas tersebut, ia mengaku tak henti-hentinya menyambangi petani serta pelaku UMKM, khususnya yang bergerak dalam aktivitas jual beli kelapa biji.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaring aspirasi langsung dari lapangan, yang nantinya akan dijadikan bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan dan mengambil langkah lanjutan di tingkat legislatif, terutama yang berkaitan dengan penguatan sektor perkebunan dan ekonomi kerakyatan.

Tanaman kelapa sendiri memiliki potensi besar menghasilkan beragam produk turunan bernilai tinggi seperti kopra, minyak kelapa termasuk Virgin Coconut Oil (VCO), santan, arang tempurung, sabut kelapa, hingga gula kelapa.

“KTNA hadir untuk mendorong kerja keras, konsistensi, serta semangat pantang menyerah dalam mengelola potensi kelapa di Kabupaten Banggai. Ini bukan hanya soal harga hari ini, tetapi tentang membangun kemandirian pangan dan kesejahteraan petani dalam jangka panjang,” ujar Irwanto.

Ia menegaskan, dengan sinergi antara petani, pelaku usaha, dan pemangku kebijakan, pengembangan industri kelapa lokal dapat menjadi penggerak ekonomi daerah. KTNA Banggai optimistis, langkah kecil hari ini bisa menjadi awal perubahan besar bagi petani dan nelayan di Banggai. (rin)
© Copyright 2022 - MITRAPERS ONENEWS