Bualemo, Banggai, Sulteng - Tidak hanya duduk dan berdialog di ruang pertemuan, Anggota DPRD Kabupaten Banggai, Irwanto Kulap, SP, memilih turun langsung ke kebun jeruk saat melaksanakan reses DPRD dalam rangka Penyusunan RAPBD Tahun anggaran 2027 di Desa Trans Mayayap, Kecamatan Bualemo, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah pada Senin (26/1/2026).
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari Jaring Asmara (menjaring aspirasi masyarakat) guna melihat secara nyata potensi ekonomi dan kesejahteraan petani jeruk di wilayah tersebut.
Reses tersebut menjadi ruang terbuka bagi para petani untuk menyampaikan aspirasi mereka, mulai dari kebutuhan pupuk dan benih, sarana prasarana pertanian hingga pendampingan teknis guna meningkatkan produktivitas.
Irwanto Kulap menegaskan bahwa aspirasi petani akan menjadi bahan perjuangan di lembaga legislatif karena pertanian merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat pedesaan sekaligus garda terdepan perekonomian Daerah sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.
Kali ini, Irwanto Kulap melanjutkan kegiatan reses dengan kunjungan lapangan ke perkebunan jeruk milik Pak Giman, salah satu petani jeruk di Desa Trans Mayayap, Kecamatan Bualemo.
Di kebun tersebut, ia menyaksikan langsung bagaimana pengelolaan jeruk yang baik mampu memberikan nilai ekonomi tinggi dan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan petani.
Diketahui, Pak Giman menanam dua varietas jeruk, yakni Siyam Madu dan Siyam Pontianak, dengan jumlah 514 pohon dan jarak tanam 3 x 5 meter. Pada usia tanaman 1,9 tahun, kebun jeruk tersebut telah menghasilkan panen perdana sebanyak 600 kilogram.
Kalau memasuki usia produktif sekitar empat tahun, produksi dapat mencapai 15 ton per hektare, sementara pada masa puncak produksi usia lima hingga delapan tahun, nilai penjualan diperkirakan mencapai Rp150 juta per hektare.
Harga jeruk di tingkat lokal saat ini berada di kisaran Rp15.000 per kilogram, sedangkan untuk pedagang dari luar daerah berkisar Rp12.000 per kilogram, menjadikan komoditas jeruk sebagai salah satu sumber ekonomi menjanjikan bagi petani di Trans Mayayap.
Menurut Giman, keberhasilan tersebut sangat ditentukan oleh kesungguhan petani dalam merawat tanaman.
“Semua tergantung petaninya. Makin kita sayangi tanaman, makin baik pula hasil yang kita dapatkan,” ujarnya.
Disamping sebagai anggota DPRD Kabupaten Banggai, Irwanto Kulap juga aktif menjalankan amanah sebagai Ketua Komisi II DPRD Banggai dari Fraksi Partai Golkar serta Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Banggai.
Dengan peran tersebut, ia menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kebijakan yang berpihak pada petani sebagai subjek utama pembangunan ekonomi daerah.
Irwanto Kulap menilai keberhasilan petani jeruk di Desa Trans Mayayap menjadi bukti bahwa sektor pertanian mampu menciptakan kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Ia pun mendorong sinergi antara petani dan pemerintah daerah untuk menjadikan Kecamatan Bualemo sebagai sentra produksi jeruk di Kabupaten Banggai.
Kegiatan reses ini tidak hanya menjadi ajang serap aspirasi, tetapi juga memperlihatkan bagaimana kedekatan wakil rakyat dengan petani mampu membuka jalan menuju pertanian yang lebih maju, berdaya saing dan menyejahterakan. (rin)
Narahubung : Michael Tendean, SP

Social Header