Breaking News

Buka Rakornas 2026, Presiden RI Prabowo : Pengabdian Bukan Sekadar Kata, Pemimpin Harus Buktikan Kerja Nyata untuk Rakyat

Bogor - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa pengabdian kepada rakyat tidak cukup hanya diucapkan, melainkan harus dibuktikan melalui kerja nyata oleh seluruh pemimpin pemerintahan, saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, Senin (2/2/2026), di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Rakornas yang diikuti 4.011 peserta dari berbagai instansi dan jajaran pemerintahan ini menjadi forum koordinasi strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus menyatukan langkah dalam menjalankan program pembangunan nasional.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia berdiri di atas pengorbanan besar rakyat. Karena itu, ia mengingatkan seluruh pemimpin agar menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama serta membuktikan pengabdian melalui kerja nyata, bukan sekadar pernyataan di atas podium.

“Negara ini yang sekarang, saudara-saudara, yang sekarang ada dalam kendali kita, dibangun atas pengorbanan rakyat yang sangat besar. Karena itulah kita tidak boleh lupa adanya kita adalah untuk berbakti, mengabdi kepada rakyat kita. Ini hal yang selalu mudah kita ucapkan, tapi harus kita buktikan,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo juga menegaskan komitmen pemerintah dalam menangani persoalan sampah nasional secara lebih serius, terintegrasi, dan berkelanjutan. 

Dalam Rakornas tersebut, Presiden menyampaikan rencana peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) sebagai gerakan nasional untuk mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, tertata, dan sehat.

Sebagai bagian dari langkah konkret, pemerintah juga akan segera memulai pembangunan 34 proyek waste to energy di 34 kota pada tahun ini. Program tersebut ditujukan untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah sekaligus menghasilkan manfaat tambahan berupa energi.

Selain itu, Presiden Prabowo memperkenalkan gagasan proyek “gentengisasi” sebagai upaya memperindah kawasan permukiman. Presiden menilai penggunaan atap seng yang meluas dapat membuat lingkungan terasa lebih panas dan mengurangi nilai estetika permukiman.

Tak hanya membahas isu lingkungan, Presiden Prabowo turut memaparkan arah besar pembangunan nasional melalui strategi transformasi bangsa. Strategi ini ditujukan untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maju modern, dengan ukuran utama berupa peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum penguatan komitmen bersama, agar koordinasi pusat dan daerah semakin solid serta setiap kebijakan dapat diterjemahkan menjadi program nyata yang berdampak langsung bagi rakyat. ((*)
© Copyright 2022 - MITRAPERS ONENEWS