Buko Selatan, Bangkep - Diskusi Bacarita Budaya ke-6 yang diadakan di rumah Ketua Adat Desa Landonan Bebeau, Kecamatan Buko Selatan, pada Selasa (24/2/2026) menghasilkan kesepakatan untuk menghidupkan kembali ritual Selamatan Adat sebagai upaya menjaga lingkungan dan melestarikan tradisi budaya.
Diskusi yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 ini menghadirkan pembicara utama AHMA TOBUNGGU, Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Bangkep, Ketua Adat Landonan Bebeau LAPEDA, dan ROBIN SABALINO Praktisi Adat.
Ahma Tobunggu dalam materinya mengatakan hasil Survey mereka di seluruh Banggai Kepulauan hampir semua desa nyaris Kehilangan Jati Diri, terutama kaitanya dengan tradisi dan hukum adat, tinggal beberapa desa yang masi memelihara itupun sudah sangat terbatas.
"Ritual Selamatan Adat merupakan warisan tradisi budaya yang sangat berharga, karena dapat menjembatani kesadaran spiritual bahwa manusia, alam, dan adat adalah tiga unsur fundamental yang berkaitan dan saling ketergantungan," kata Irwanto (Simbil) Salah satu Peserta diskusi
Robin Sabalino, mengatakan giat serupa terakhir dilakukan di Landonan sekitar 3 Tahun lalu dan sebelum-sebelumnya dilakukan pada skala yang lebih besar melibatkan beberapa desa. Demi menjaga kesakralan dari giat adat ini harus berangkat dari niat yang baik, tulus dan murni dan juga semua unsur yang di syaratkan harus di amalkan secara lengkap
Diskusi ini merupakan bagian dari seri Bacarita Budaya yang telah dilaksanakan sebelumnya dengan topik berbeda-beda dalam bingkai tema adat budaya. Peserta diskusi sepakat untuk terus melestarikan tradisi adat dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. (red/tim)

Social Header