Banggai Kepulauan – Upaya pelestarian adat dan budaya daerah terus digalakkan melalui kegiatan ekstrakurikuler di Kelompok Seni Budaya dan Adat Malanggong Tano Monondok yang berkolaborasi dengan pihak sekolah. Program ini menjadi salah satu langkah nyata memperkenalkan warisan budaya kepada generasi muda di wilayah Banggai Kepulauan.
Kegiatan seni budaya tersebut melibatkan para pelatih dari unsur masyarakat dan orang tua siswa, yakni Yorim Sinandokon, Saemas Botiki, Yusak Tinanggal, Tenci serta Rekson Lokamata. Mereka secara rutin membimbing siswa mempelajari seni tradisional sebagai bagian dari pendidikan karakter dan identitas lokal.
Kepala sekolah, Sarina Saali, menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut dengan menyediakan fasilitas serta menugaskan guru pendamping, Risna Sindua. Pihak sekolah juga aktif mengajak siswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang dilaksanakan setiap minggu itu.
Program ini diprakarsai oleh generasi muda peduli budaya, yakni Ryfal YODUKE dan Febri Tundoon. Inisiatif tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini sekaligus memastikan tradisi masyarakat tetap lestari di tengah arus modernisasi.
Dengan kolaborasi antara sekolah, masyarakat, dan pemuda, kegiatan ekstrakurikuler ini menjadi contoh sinergi positif dalam menjaga warisan budaya daerah agar tetap hidup dan dikenal generasi penerus. (Irwanto)
Narahubung : Amos Porodisa.

Social Header