Banggai, Sulteng - (12/2/2026) Semangat solidaritas masyarakat pesisir dinilai menjadi kekuatan utama dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut di Kabupaten Banggai.
Di tengah besarnya potensi kelautan daerah yang mencapai sekitar ±20.309,68 kilometer persegi dengan garis pantai ±613,25 kilometer, kesadaran kolektif untuk melindungi sumber daya laut dinilai semakin penting demi menjamin keberlangsungan hidup masyarakat nelayan dan ketahanan pangan daerah.
Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Banggai, Irwanto Kulap, SP, menegaskan bahwa laut bukan sekadar ruang ekonomi, melainkan warisan berharga yang harus dijaga bersama.
Ia mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, agar menghindari praktik penangkapan ikan yang merusak lingkungan seperti penggunaan alat tangkap destruktif maupun eksploitasi berlebihan.
“Laut adalah warisan bersama. Jika kita menjaganya dengan cara yang benar, maka anak cucu kita masih bisa merasakan hasilnya seperti yang kita nikmati hari ini,” ujarnya.
Irwanto menekankan bahwa nelayan merupakan pejuang nutrisi bagi masyarakat karena jasa mereka menyediakan sumber pangan bergizi tidak dapat diukur hanya dengan angka dan data statistik. Oleh karena itu, peningkatan taraf hidup nelayan, menurutnya, harus didorong melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas lingkungan dan masyarakat pesisir.
Ia juga menilai semangat hidup para nelayan patut diapresiasi karena mereka lahir dan tumbuh dalam lingkungan sosial dengan akar budaya yang kuat dan diwariskan secara turun-temurun. Nilai gotong royong bagi komunitas pesisir bukan sekadar slogan, melainkan tradisi yang telah mengakar sejak lama, tercermin dalam kebiasaan saling membantu saat melaut, memperbaiki perahu, hingga berbagi hasil tangkapan.
Dalam perspektif ketahanan pangan, keberadaan nelayan memiliki peran strategis sebagai penyedia utama sumber protein bagi masyarakat. Tanpa laut yang sehat dan nelayan yang sejahtera, stabilitas pasokan pangan daerah berpotensi terganggu.
Melalui semangat kebersamaan dengan prinsip satu nasib, satu perahu, dan satu tujuan, KTNA Banggai mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif menjaga kelestarian laut. Irwanto menegaskan bahwa tantangan seperti perubahan iklim, pencemaran, dan eksploitasi sumber daya hanya dapat dihadapi melalui komitmen kolektif dan kerja sama berkelanjutan.
Seruan tersebut menjadi pengingat bahwa masa depan laut Banggai bukan semata tanggung jawab nelayan, melainkan tanggung jawab bersama. Dengan solidaritas yang kuat dan kesadaran lingkungan yang terus ditumbuhkan, harapan akan laut yang lestari sekaligus produktif diyakini dapat tetap terjaga bagi generasi kini dan mendatang. (rin)
Narahubung : Michael Tendean, SP

Social Header