Simpang Raya, Banggai, Sulteng - Semangat persatuan dan kebersamaan lintas perbedaan kembali ditunjukkan dalam kegiatan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan tasyukuran Masjid Pondok Pesantren (Ponpes) Muhammad Al-Fatih di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Simpang Raya, Kabupaten Banggai pada Ahad (1/2/2026).
Momentum ini menjadi pesan bahwa kebajikan tidak mengenal sekat politik, dan semua pihak dapat bergandengan tangan untuk kepentingan umat.
Kegiatan tersebut dihadiri Irwanto Kulap, SP Aleg DPRD sekaligus Ketua Komisi 2 dari Fraksi Partai Golkar, bersama Sri Atun Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah dari Fraksi Partai PKS dan Siti Arya Nuhaeningsih Anggota DPRD Kabupaten Banggai/Wakil Ketua Komisi II yang aktif selaku Wakil Ketua Komisi 2 dari Fraksi PDIP serta disambut hangat oleh masyarakat dan pengurus ponpes.
Dalam suasana penuh kekeluargaan itu, Irwanto Kulap tampil sederhana dan tidak berjarak. Ia berbaur bersama warga, menyapa masyarakat, serta mengikuti rangkaian acara dengan sikap rendah hati.
Sosoknya dikenal terbuka kepada siapa saja tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, maupun pilihan politik, serta memiliki kepekaan sosial yang kuat terhadap kebutuhan masyarakat.
Dalam sambutan singkatnya, Irwanto Kulap, SP menyampaikan apresiasi atas kepedulian Sri Atun yang telah memberikan bantuan satu unit ambulans kepada Ponpes Muhammad Al-Fatih. Bantuan tersebut, kata Irwanto, bersumber dari APBD Provinsi Sulawesi Tengah melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD yang diusulkan oleh Sri Atun.
Kehadiran tiga anggota legislatif dari partai politik yang berbeda dalam satu kegiatan keagamaan ini menjadi gambaran bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk saling menjauh, melainkan dapat menjadi kekuatan untuk saling melengkapi dalam kerja-kerja sosial dan kemanusiaan.
“Kebajikan tak kenal sekat politik, bergandengan tangan dalam menebar kebajikan (bertolong-tolongam dalam berbuat kebajikan - red) itu adalah salah satu bentuk kesyukuran kita atas karunia yang diberikan sekaligus wujud ketaatan kita kepada Allah SWT dan Rasul-Nya,” ujar Irwanto, menegaskan bahwa kebersamaan dalam kebaikan harus menjadi contoh di tengah masyarakat.
Menurutnya, nilai tersebut sejalan dengan pesan persatuan yang menitikberatkan pada ukhuwwah Islamiyah, yakni persaudaraan sesama umat yang harus terus dijaga melalui kebersamaan, kepedulian dan saling membantu dalam kebajikan.
Menutup sambutannya, Irwanto Kulap turut menyampaikan apresiasi kepada pengurus dan seluruh jajaran Ponpes Muhammad Al-Fatih. Ia berharap ponpes tersebut ke depan mampu menjembatani upaya pemerintah dalam membentuk karakter mental generasi bangsa yang berbudi pekerti luhur sekaligus menjadi tulang punggung pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang andal di bidangnya masing-masing, menuju Indonesia Emas 2045.
Acara berlangsung tertib dan penuh khidmat, ditutup dengan doa bersama serta ungkapan syukur dengan harapan masjid dan pondok pesantren terus berkembang sebagai pusat pendidikan, pembinaan akhlak dan pelayanan umat bagi masyarakat Desa Beringin Jaya dan sekitarnya. (rin)

Social Header