Breaking News

Panen Raya Udang di Tambak Milik Warga di Nuhon, Irwanto Kulap Serap Aspirasi dan Komitmen Perjuangkan Kebutuhan Tambak Lokal

Nuhon, Banggai, Sulteng - Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Banggai sekaligus Ketua Komisi II DPRD Banggai, Irwanto Kulap, SP, mengikuti panen raya udang milik warga lokal di Kecamatan Nuhon, Kabupaten Banggai. 

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi Irwanto untuk melihat langsung kondisi budidaya tambak udang sekaligus menyerap aspirasi petambak yang selama ini menghadapi berbagai kendala di lapangan.

Irwanto menyampaikan apresiasi kepada petambak lokal yang tetap konsisten mengembangkan budidaya udang meski sektor ini dikenal memiliki risiko tinggi dan membutuhkan ketekunan serta kerja keras dalam pengelolaannya.

“Budidaya udang adalah usaha yang berisiko tinggi. Banyak kendala teknis yang harus dihadapi, terutama menjaga kualitas air dan pakan. Tapi dengan kerja keras dan dedikasi seluruh pekerja tambak, hasil panen bisa memuaskan,” ujar Irwanto di sela-sela kegiatan panen.

Diketahui, pengelola tambak udang Sukri Laraw menuturkan bahwa dirinya bersama sejumlah pekerja yang berasal dari warga sekitar saat ini mengelola tiga kolam tambak udang. Masing-masing kolam berisi benur udang sebanyak 250 ribu, 180 ribu, dan 135 ribu benur.

“Saat panen raya ini, kolam yang berisi 180 ribu dan 135 ribu benur sudah selesai dipanen, sedangkan kolam yang berisi 250 ribu benur sementara proses panen,” jelas Sukri.

Ia merinci, kolam berisi 180 ribu benur menghasilkan sekitar 1,5 ton udang, sementara kolam berisi 135 ribu benur menghasilkan sekitar 1,2 ton udang, dengan ukuran 80 pada usia pemeliharaan tiga bulan.

Di hadapan Irwanto Kulap, Sukri Laraw juga menyampaikan sejumlah aspirasi dan kendala yang selama ini dihadapi petambak lokal.
Kendala tersebut meliputi kincir air yang belum memadai, kabel listrik yang tidak mencukupi, harga pakan udang yang mahal, serta ketersediaan benur yang masih harus didatangkan dari luar daerah.

“Bibit udang (benur) masih harus kami datangkan dari Makassar,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Irwanto menegaskan bahwa aspirasi petambak lokal akan menjadi perhatian serius dirinya, baik sebagai Ketua KTNA Banggai maupun sebagai Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Banggai.

“Aspirasi petambak lokal ini menjadi atensi saya, baik sebagai Ketua KTNA Banggai maupun sebagai Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Banggai. Ini harus kita carikan jalan keluarnya bersama,” tegas Irwanto.

Diketahui, di Kecamatan Nuhon saat ini terdapat dua perusahaan besar tambak udang yang sedang beroperasi, yakni PT Arona Teluk Tomini dan CV Duta Tirta Kaya.

Keberadaan dua perusahaan besar tersebut dinilai sebagai potensi untuk membantu mengembangkan SDM tambak lokal berbasis pemberdayaan sebagai wujud program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Irwanto juga mendorong agar perusahaan-perusahaan besar tersebut dapat mengambil peran lebih nyata dalam penguatan sektor tambak lokal, mulai dari pendampingan teknis, peningkatan kapasitas SDM, bantuan sarana produksi, hingga dukungan akses pasar.

Selain mendorong dukungan, Irwanto berharap panen raya ini dapat menjadi motivasi bagi petambak untuk terus meningkatkan produksi, namun tetap menjaga keberlanjutan lingkungan sesuai prinsip ekonomi biru.

“Produksi harus ditingkatkan, tetapi keberlanjutan lingkungan juga wajib dijaga. Budidaya seperti ini harus berjalan seiring dengan prinsip ekonomi biru,” katanya.

Ia menambahkan, kolaborasi antara petani dan nelayan, DPRD, serta pemerintah daerah diharapkan mampu menjembatani peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui penguatan sektor perikanan budidaya yang berkelanjutan di Kabupaten Banggai.

“Kolaborasi petani/nelayan, DPRD, dan pemerintah daerah sangat penting agar kesejahteraan masyarakat bisa meningkat,” tutup Irwanto. (rin)

Narahubung : Michael Tendean, SP
© Copyright 2022 - MITRAPERS ONENEWS