Breaking News

Proyek Panas Bumi Maluku Utara Tuai Kontroversi, Publik : Kecolongan atau Disengaja ?

Sulteng (18/2/2026) - Keputusan Kementerian ESDM memberikan konsesi proyek panas bumi Telaga Ranu di Halmahera, Maluku Utara, kepada PT Ormat Geothermal Indonesia pada Januari 2026 menjadi sorotan publik karena melibatkan perusahaan yang terafiliasi dengan korporasi energi asal luar negeri yang memiliki latar pendirian di Israel.
Perusahaan tersebut merupakan anak usaha dari Ormat Technologies yang berbasis di Amerika Serikat.

Proyek di kawasan Telaga Ranu itu masuk dalam program pengembangan energi baru terbarukan nasional untuk meningkatkan pasokan listrik dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Pemerintah menilai keterlibatan investor asing merupakan hal lazim dalam industri panas bumi karena kebutuhan teknologi dan pendanaan yang besar.

Meski demikian, kebijakan tersebut langsung memicu perdebatan. Sejumlah pihak menyoroti bahwa Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

Kritik juga menguat di tengah meningkatnya kecaman internasional terhadap operasi militer Israel di Palestina yang oleh sebagian kalangan disebut sebagai tindakan genosida, meski istilah tersebut masih menjadi perdebatan di berbagai forum global.

Pengamat menilai keterkaitan investasi dengan entitas yang berhubungan dengan Israel berpotensi berdampak pada stabilitas nasional. Menurut mereka, kehadiran perusahaan yang memiliki relasi dengan negara tersebut dapat memengaruhi dinamika politik domestik, terutama di tengah sensitivitas opini publik terhadap isu geopolitik internasional khususnya menyangkut tindakan genosida dan pendudukan Israel di Negara Palestina.

Di sisi lain, ada pula pandangan yang menilai kerja sama investasi energi seharusnya dipisahkan dari isu politik luar negeri selama proyek memberikan manfaat ekonomi dan pembangunan daerah. Perbedaan pandangan ini terlihat jelas dalam diskursus publik maupun perbincangan di media sosial - X.

Informasi mengenai konsesi tersebut beredar luas setelah sejumlah laporan media internasional dan basis data publik, termasuk Wikipedia, Energy Global dan Middle East Monitor, mengaitkan proyek itu dengan perusahaan induknya di Israel.

Hingga kini belum ada penjelasan rinci dari pemerintah mengenai nilai investasi, skema kerja sama maupun dampak langsung bagi masyarakat sekitar lokasi proyek.

Pengamat energi menekankan pentingnya transparansi agar kebijakan strategis di sektor sumber daya alam dapat dipahami publik secara utuh serta tidak menimbulkan spekulasi berkepanjangan. (*)
© Copyright 2022 - MITRAPERS ONENEWS