Breaking News

Ribuan Prajurit AL Amerika Serikat Dilaporkan Alami Kelelahan Usai Penugasan Diperpanjang ke Timur Tengah

mitrapers.onenews.co.id - Sejumlah prajurit Angkatan Laut Amerika Serikat dilaporkan mengalami kelelahan fisik dan mental setelah masa penugasan mereka di kawasan Timur Tengah diperpanjang. Kondisi ini terjadi setelah kapal induk USS Gerald R. Ford batal kembali ke negara asalnya dan justru dialihkan untuk tetap menjalankan operasi di wilayah tersebut.

Laporan menyebutkan sekitar 5.000 personel terdampak situasi ini. Tekanan kerja tinggi, rutinitas siaga tempur, serta kekhawatiran akan kemungkinan konflik terbuka dengan Iran disebut menjadi faktor utama meningkatnya tingkat stres di kalangan awak kapal. Sebagian besar prajurit yang bertugas diketahui masih berusia sekitar 20 tahunan.

Dalam surat kepada keluarga awak kapal, Komandan USS Gerald R. Ford, David Skarosi, menjelaskan bahwa alasan keamanan membuat sinyal dan jaringan komunikasi di kapal kerap dimatikan saat operasi berlangsung. Kondisi itu menyebabkan sebagian prajurit bahkan tidak mengetahui kabar duka dari keluarga mereka di darat.

Skarosi juga menilai masa operasi yang terlalu panjang berpotensi memengaruhi kesiapan teknis kapal, termasuk gangguan pada sejumlah sistem pendukung seperti fasilitas sanitasi berbasis vakum yang melayani ratusan titik penggunaan di kapal.

Perpanjangan penugasan tersebut disebut merupakan bagian dari keputusan pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump, yang oleh sang komandan digambarkan sebagai beban berat bagi mental awak kapal setelah hampir 11 bulan berlayar.

Laporan ini pertama kali disorot oleh AFP, yang mengungkap meningkatnya keluhan personel terkait tekanan operasional selama penugasan berlangsung. (red)
© Copyright 2022 - MITRAPERS ONENEWS